Home > Kurikulum Esdehate > Kurikulum 2013 di SD Hikmah Teladan (1): Menolak Jadi Buku Suci

Kurikulum 2013 di SD Hikmah Teladan (1): Menolak Jadi Buku Suci

SD Hikmah Teladan ditunjuk menjadi salah satu sekolah (keseluruhannya 10 sekolah) yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 dari 123 sekolah tingkat dasar yang ada di Cimahi. Maka 8 guru dan kepala sekolah diundang mengikuti Diklat Kurikulum 2013 selama 5 hari untuk guru dan 7 hari untuk kepala sekolah.

Karena Kurikulum 2013 dikelola sentralistik, kami sangat tidak menginginkan mengimplementasikannya. SD Hikmah Teladan kan memberlakukan desentralisasi dan ini sampai ke level kelas. Bahwa wali kelas di kami disebut manajer kelas, sebab mereka memiliki wewenang penuh untuk mengelola kelasnya. Jadi jangan heran, di antara 3 kelas paralel saja (misalnya sama-sama kelas 4), keadaan kelas dan kulturnya bisa berbeda.

Penunjukan SD Hikmah Teladan untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013, dengan demikian, membuat kami diserbu lawan yang terlalu kuat. Terlalu besar pasukannya. Bayangkan saja, Pemerintah sampai membuat buku siswa padahal prinsipnya pengelolaannya tematik-integratif. Artinya semakin kurikulum maksimal dituangkan dalam buku, semakin sulit menyimpang darinya. Semakin tema dapat mewadahi mata pelajaran yang terintegrasi semakin nyaman buku digunakan, yang sayangnya bagi kami berarti semakin nyaman membebek. Pemberlakukan Krikulum 2013 yang sentralistik menjadi hegemonik karena buku siswa dikunci oleh buku guru. Sekarang kenyamanan menjadi keseragaman mutlak. Buku guru membuat guru sangat jelas untuk berpikir apa, berperilaku mengajar bagaimana, dan bersikap seperti apa terhadap anak. Dan, keduanya serba gratis. Dengan alasan ini dan pola maupun kualitas diklat yang dilakukan, saya sangat khawatir dengan keberhasilan Pemerintah meyakinkan guru-guru.

Ketika di tengah diklat berjalan saya menghubungi teman-teman, kekhawatiran saya terbukti. Teman-teman mendapat argumen yang kuat untuk meyakini bahwa penggunaan buku siswa dan buku guru adalah keharusan. Kepala sekolah, di lokasi berbeda, disiapkan untuk mampu mengontol pelaksanaannya. Saya limbung!

Saya meyakini akan mudah bagi guru-guru SD Hikmah Teladan mengimplementasikan Kurikulum 2013, khususnya pembelajarannya (: buku siswa dan buku guru). Namun, sekali lagi, inilah sesungguhnya permasalahan terbesarnya. Bagi prinsip yang bertolak belakang, maka keberhasilan mengimplementasikan Kurikulum 2013 akan melemahkan prinsip kami sendiri. Bersama waktu kami dapat kehilangan jati diri. Jatuhlah hukum wajib dan genting bagi setiap upaya untuk menemukan kelemahan buku siswa dan buku guru Kurikulum 2013. Ayolah mumpung teman-teman masih beberapa hari lagi diklatnya!

Categories: Kurikulum Esdehate
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: