Home > SekolahKu > Memang Berbeda

Memang Berbeda

Tulisan ini permintaan teman di Bali untuk dimuat di newsletternya. Beliau meminta saya menjelaskan apa yang beda dari SD Hikmah Teladan dan kenapa saya memiliki aktivitas untuk mendampingi pendidikan di pelosok.

SD Hikmah Teladan berdiri tahun 2000. Sejak semula namanya SD Hikmah Teladan, bukan SDI yang berarti Sekolah Dasar Islam atau SDIT yang berarti SD Islam Terpadu. Penegasan ini perlu karena embel-embel Islam seperti menjadi wajib pada tahun-tahun tersebut. Citranya jelas, peluang pasarnya besar. Aman.

Kenapa kami memilih SD umum? Keseragaman sekalipun kuat menampakkan kebesaran, ia membawa serta bahaya laten dari ekslusivisme. Citra yang terlalu jelas juga membuat penyelenggara sekolah terjebak pada ‘produk jadi’ yang harus dipenuhi. Inovasi menjadi illegal. Dengan demikian, menjadi sekolah umum telah membuat kami suka-suka sendiri. Menanggung semua ulah sendiri.

Pembedaan dari mainstream jika disertai dengan harga diri ternyata leluasa menjadi energi perlawanan. Akibatnya, dalam perjalanannya, antara inovasi, kreativitas dengan hanya sekadar beda menjadi tumpang-tindih. Harga diri juga yang memiliki kekuatan untuk merubah yang semula sekadar beda menjadi bernilai inovatif. Contoh upacara bendera.

100 Hal yang Hanya Ada di SD Hikmah Teladan

Dari target 100, sudah tertcatat 70an hal yang cuma ada di SD Hikmah Teladan, 53 di antaranya sudah dipublikasikan di www.kusekolah.wordpress.com. Kali ini saya menambahkan SD Hikmah Teladan sebagai sekolah dengan visi, misi yang paling mengokohkan kemerdekaan anak. Saya tulis lengkap visi misinya supaya siapapun mudah untuk menggugat klaim kami.

VISI SD HIKMAH TELADAN

“ Menjadi sekolah terdepan dalam menerapkan konsep pendidikan anak merdeka”

MISI SD HIKMAH TELADAN

  1. Menumbuhkan sikap tauhid anak sejak dini dan kemampuan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Memelihara kemerdekaan anak dan memperluas jangkauan kemerdekaannya seiring tumbuh kembang yang dilalui anak.
  3. Mengokohkan pemahaman bahwa sesungguhnya belajar merupakan pemenuhan rasa ingin tahu.
  4. Menempatkan peran penting guru untuk menumbuhkan keingintahuan anak dan mengarahkannya dengan cara yang paling mereka harapkan, paling mereka minati.
  5. Mendidik anak agar belajar berani mencoba sebagai pandangan kami tentang pendidikan sekaligus metode pembelajaran yang dikembangkan.
  6. Menumbuhkan anak yang penuh percaya diri dan berkembang menjadi dirinya sendiri melalui pemberian rasa aman, penghindaran dari celaan dan cemoohan, serta pemberian keleluasaan untuk berekspresi dan bereksplorasi.

Pernyataan misi “Memelihara kemerdekaan anak dan memperluas jangkauan kemerdekaannya seiring tumbuh kembang yang dilalui anak” membawa implikasi bahwa proses belajar menjadi proses pemerdekaan. Jumat, 23 September 2011, saya berkirim SMS kepada teman-teman yang menjelaskan lingkungan SD Hikmah Teladan memberikan keleluasaan bagi berlangsungnya proses pemerdekaan tersebut:

Kemarin dalam perjalanan pulang Ali meminta supaya hari ini tidak terlambat. Ketika saya Tanya kenapa, tidak ada jawaban. Dari kemarin sore pula di rumah tipe 45 kami berdesak-desakan 3 nenek dan 1 kakek yang baru datang dari Medan. Dengan anak-anaknya total jadi 10 orang. Jadi kami lumayan sibuk, sampai Ali yang mungkin melihat gelagat saya akan terlambat mengingatkan bahwa hari ini ia bertugas jadi pengibar bendera!

Anak-anak baru 2 bulanan sekolah sudah jadi petugas upacara? Nekad. Apalagi saya pun dapat memastikan latihan yang hanya dilakukan sekali sehari sebelumnya, tidak akan lebi dari 1 jam. Jadi, Anda butuh memulai pagi dengan hiburan segar? Datanglah ke lapang SD Hikmah Teladan. Di sana ada sekitar 400-an anak berseragam putih merah, 90-an anak dengan seragam olahraga, dan guru-guru yang tidak berseragam.

Hmm, saya takjub karena Ali tidak khawatir apapun. Anakku yang sampai hari ini belum bisa membaca dan menulis, tak grogi mengerek tali bendera. Demikian juga anak-anak yang lain yang sama-sama, ternyata, meminta hari ini tidak terlambat.

Syahdan, kami sampai di sekolah beberapa menit sebelum pukul 07.30. Di depan dekat kelas 1 berjejer 4 mobil siap berangkat. Ah, ternyata ini jadwal kelas 5 berenang. Berarti mereka tidak akan melihat adik kelasnya beraksi.

Hasrat untuk Berbagi

SMS di atas saya kirim kepada banyak teman. Hal tersebut dilakukan karena kami meyakini kebaikan dari sekolah ini. Pada hari ini, 27 September 2011, sudah sekitar 30 orang mendaftar untuk kelas 1 tahun depan. Biasanya 3 bulan sebelum tahun ajaran baru pendaftaran siswa baru sudah ditutup. Ditutup artinya pendaftar yang memastikan diri sudah 96 anak. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, SD Hikmah Teladan tidak melakukan seleksi kepada anak-anak, melainkan kepada orangtua. Bagaimana caranya? Kami selalu membawa orangtua calon siswa tour keliling sekolah dan terakhir masuk ke 3 kelas, kelas 1. Mereka harus memegroki suasana kelas yang lazim berlangsung. Kedua, mereka di awal sudah diberitahu semua hal yang kontroversial dari sekolah ini. Bersama visi misi sekolah, bagian ini disampaikan dengan sangat jelas oleh komite sekolah. Ah maksud saya, sekolah ini sudah menjadi sekolah favorit. Seperti upacara bendera yang dilaksanakan setiap Jumat, berbeda (dan perbedaan) itu perlu dirayakan dan menguntungkan.

Bernilai kebaikan, keren, laku, masak kami tidak bernafsu berbagi? Sejarah kami identik dengan perlawanan pada setiap upaya penyeragaman dan pemuliaan keunikan (yang secara politis dapat berarti minoritas). Lalu kepada siapa kami paling tepat berbagi? Mereka yang tertindas, minoritas, terbuang, mereka yang tidak terjangkau layanan pendidikan pemerintah, mereka yang didera konflik, tergusur, terpinggirkan. Kami yang bergelut dengan proses pemerdekaan sangat dekat dengan perasaan dan keahlian yang dibutuhkan oleh mereka yang berjuang melepas belenggu tersebut.

Categories: SekolahKu
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: