Home > Kurikulum Esdehate, SekolahKu > 100 Hal yang Hanya Ada di SD Hikmah Teladan (5)

100 Hal yang Hanya Ada di SD Hikmah Teladan (5)

22. Warna Sampul Buku Tulis

Ada 7 warna untuk sejumlah mata pelajaran. Buku tulis IPA berwarna merah. Putih sesuai dengan kecenderungan keinginan kita untuk mewakilkannya: putih. Bahasa Indonesia entah kenapa sampul buku tulisnya berwarna coklat. Sampul kado untuk mata pelajaran Matematika. Bahasa Sunda dengan sampul kuning. Hijau untuk bahasa Inggris. Ini mungkin, kalau yang lain terjadi di sekolah lain, yang dapat dipastikan hanya terjadi di SD Hikmah Teladan: IPS, PK, PKn semuanya menggunakan sampul koran. Hmm, pas banget ya kalau musik dan KTK memakai sampul kalender.

IPS, PK, PKn disamakan sampulnya kemungkinan idenya dari kelas bawah. Ketiga mata pelajaran ini memang disatukan. SD Hikmah Teladan, ah maksud saya guru kelas 3 mendapat tugas dari saya untuk menyatukan ketiganya. Penyatuan yang tidak jelas karena selain boleh menghilangkan kompetensi dasar yang tidak kuat, boleh menambahkan kompetensi yang dianggap lebih bermanfaat, dan tidak selalu dijadikan rujukan. Seperti anak-anak mempertontonkan kepada kami, berani mencoba itu tidak takut gagal.

23. ‘Buku Paket’ dari 15 Penerbit

Buku paket yang dipakai sebuah sekolah berasal dari 5 penerbit saja, bagi sekolah pada umumnya sudah banyak, apalagi sampai 15. Kanisius, Gramedia, Erlangga, Mizan, Tiga Serangkai, Interaksara, Grasindo, Yudistira, Tinta Mas, BSE, Lafaz Books Indonesia, Fitrah Insani, Intan Pariwara, Love You Before and After saya lupa penerbitnya, dan buku Matematika penerbit dari Singapura adalah 15 penerbit yang bukunya digunakan SD Hikmah Teladan tahun ini. Frase “tahun ini” perlu dinyatakan karena masih ada beberapa penerbit lain yang bukunya pernah kami gunakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Setiap tahun buku-buku yang digunakan di SD Hikmah Teladan bisa berubah. Hal ini berkaitan dengan rotasi guru yang relatif luas. Ada rotasi atau pergantian level. Tahun ini pertukaran posisi berlangsung menyeluruh. Misalnya, Ema yang sejak tahun awal mengajar sebagai Guru Ruhiyah sesuai latr belakangnya, tahun ini menjadi manajer kelas; Dwi yang tak pernah berubah status sebagai tutor (biasa juga disebut helper, pendamping ABK) tahun ini menjadi manajer kelas; Zazuli yang seumur-umur jadi guru Musik mmenjajgi sebagai mmanajer kelas 5; Erik Hilalludin dari manajer kelas menjadi koordinator Ruhiyah, dan lainnya. Nah, guru yang berbeda memiliki keinginan dan pilihan yang berbeda. Jadi wajar saja kalau terjadi perubahan buku yang digunakan setiap tahunnya.

24. Setiap Guru Menentukan Sendiri Buku ‘Paket’ yang Digunakannya

Sejak dari awal pembelian buku paket dilakukan oleh koperasi sekolah. Keuntungan dari pembelian juga diterima koperasi, bukan langsung pada guru-guru. Berkaitan dengan buku rujukan masih ada keterlibatan Litbang SD Hikmah Teladan. Mekanisme ini membuat pengambilan keputusan yang dilakukan guru cenderung objektif.

Apa yang Anda pikir kalau pelajaran Matematika kelas 1 memakai buku dari Singapura, kelas 2 menggunakan buku terbitan Tiga Serangkai, Kelas 3 tahun ini memakai buku dari penerbit Erlangga, kelas 4 dan 5 dengan penerbit Yudhistira, kemudian kelas 6 memakai buku dari Grasindo? Kalau sudah berkaitan dengan KBM guru-guru menikmati jadi tuan. Masalahnya penentuan siapa menjadi guru apa atau mengajar di kelas berapa baru ditentukan saat lokakarya yang berlangsung di waktu libur panjang selepas pembagian raport, artinya, kebanyakan buku pegangan anak ditentukan saat kegiatan belajar sudah berlangsung. Saya pernah mengantisipasi hal ini dengan cara menentukan buku yang akan dipakai tahun ajaran baru dengan meminta pertimbangan atau mendiskusikan dengan guru yang masih mengajar mata pelajaran terkait. Apa yang terjadi? Saya diprotes. Saya kemukakan alasannya. Tersebutlah betapa keutuhan sebagai orang yang diberikan amanah itu sangat menyenangkan.

25. Saung Lisung

Ada 3 buah berderet. Berupa panggung tanpa dinding. Tanpa dinding menjadi pembeda utama dengan bangunan permanen yang disebut kelas. Posisinya di pusat SD Hikmah Teladan. Sebelah timurnya ruang kepala sekolah dan kantor. Sebelah utara kelas yang berjajar. Kalau saya menghadap ke utara atau tepat menghadap ke perpustakaan, maka sebelah kiri ada kantin dan lapang bola, sebelah kanan ada lapang kecil dan kebun pemilik sekolah.

Kini Saung Lisung menjadi tempat umum yang bisa dipakai oleh siapa saja dan untuk kegiatan apa saja yang memungkinkan. Sekitar 4 tahun awal dari keberadaannya, Saung Lisung menjadi tempat favorit belajar mengaji. Karena mengaji berlangsung setiap hari, maka saung digunakan sebagai aktivitas dan suasana ‘jeda’. Anak-anak belajar dengan keluar dari kelas, juga berganti guru. Di Saung Lisung anak-anak menikmati tempat terbuka dan asupan oksigen yang lebih segar. Memang banyak alasan yang membuat anak-anak menjadikannya tempat alternatif favorit untuk belajar. Ini masih dugaan, keberadaan Saung Lisung membuat anak-anak SD Hikmah Teladan mudah keluar masuk kelas.

Sejak kantin dipindahkan bersebelahan dengan Saung Lisung, fungsinya berubah 180 derajat. Saung Lisung menjadi tempat ibu-ibu yang menunggui anak, anak-anak menikmati jajanannya, ibu-ibu arisan, suatu kali dapat menjadi lapak. Masih sih Saung Lisung digunakan untuk kepentingan anak-anak, yaitu saat orangtua menggunakannya sebagai tempat untuk pertemuan POM (persatuan orangtua murid) atau komite sekolah. Namun demikian sudah teramat jarang ada guru yang mau menggunakannya sebagai tempat belajar mengajar.

26. Ruang Komputer di Jam Istirahat

Sudah lumrah saat ini sekolah dasar dengan kelengkapan komputer, ruang komputer atau laboratorium komputer. Begitu juga SD Hikmah Teladan. Yang berbeda adalah pemakaiannya. Anak-anak SD Hikmah Teladan memakai sudah masuk ke ruang komputer sejak kelas 1. SD lain juga ada yang begitu! Lalu apa ya yang hanya terjadi di ruang komputer SDHT?

Ruang komputer yang pertama menempati ruang kelas 1 Badar saat ini. Rasanya kecuali server, semuanya komputer bekas. Kepada komputer bekas kekhawatiran kami terhadap keamanannya lebih rendah. Bila tergores oleh pensil anak tidak terlihat karena kotor sebelumnya lebih dari goresan. Bila monitor menjadi buram atau mati segera dimaklumi karena keujurannya, bukan kemungkinan oleh tingkah anak yang overacting. Jadi, berbeda dengan penggunaan Lab. Bahasa yang baru boleh setelah anak kelas 3, Lab. Komputer sejak awal sudah dapat digunakan kelas 1. Begitu juga dengan anak-anak berkebutuhan khusus dipersilahkan tanpa diskriminasi apapun. Bahkan karena di antara mereka ada yang lebih banyak di luar kelas, mereka kerap mencuri-curi kesempatan masuk ke ruang komputer.

Yang mencuri-curi kesempatan tidak hanya ABK dengan waktu luangnya, melainkan juga anak-anak dengan minat khusus pada komputer yang kerap menggunakan waktu istirahatnya untuk menggauli komputer. Tingkah anak dengan minat khusus ini beragam, salah satunya adalah anak yang kerap membongkar password komputer server lalu menginstall program-program yang dia inginkan di server. Selain jam istirahat, ruang komputer mmenjadi tempat umum pada jam pulang sekolah. Malah kali ini guru-guru dan anak-anak berbaur.

Sekarang komputer kami sudah keren. Tapi kenyataan bahwa ‘budaya’ kami dengan komputer bekas masih berlaku sampai saat ini, inilah yang keren habis. Inilah yang cuma ada di SD Hikmah Teladan. Saya sungguh mensyukurinya. Tentang Lab. Bahasa sendiri karena dibuat sebagai tempat yang menyeramkan, propertinya cepat rusak dan pemakaiannya jarang. Sikap demikian di SD Hikmah Teladan bisa berdampak, seperti peribahasa mengatakan, sudah jatuh tertimpa tangga.

  1. puryanti
    April 8, 2011 at 4:18 am

    woowww…luar biasa…saya sangat kagum,..terharu..kepengen..pokoknya campur aduk membayangkan situasi di SDHT…..andai sekolah ini ada di jkt..pasti anak saya akan saya masukkan ke situ pakk…OH ya saya adalah peserta seminar yg di adakan IGI di kemendiknas kemarin Pak…salam hangat buat komunitas SDHT….

    • kusekolah
      April 9, 2011 at 8:32 am

      Buat di Jakarta, yuk. Saya dan teman-teman dapat membantu dengan serius dan gratis. Kalau datang ke SDHT juga boleh. Ibu dapat meminta apa saja untuk kami berbagi. Guyonan temen-temen, asal jangan minta sekolahnya.
      Tahun depan kami akan melakukan perubahan mendasar dalam kurikulum agama. Kali ini benar-benar mau buat kurikulum sendiri. Demikian pelajaran karakter (yang sudah ada sekitar 8 tahun) akan kami perkuat. Masih ada yang lain, akan semakin banyak buku yang memakai buku rujukan. Buku rujukan Sain kelas 1-3 nampaknya akan memberi warna lain pada pembelajaran di SDHT. Semoga tahun depan tambah rame.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: