Home > Kurikulum Esdehate, SekolahKu > 100 Hal yang Hanya Ada di SD Hikmah Teladan (2)

100 Hal yang Hanya Ada di SD Hikmah Teladan (2)

Bahwa di sebuah sekolah ada anak berkebutuhan khusus jelas bukan cuma ada di SD Hikmah Teladan. Tapi cerita anak kelas dalam TAP yang dibuatnya tentang (6.) Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Imam, dapat dipastikan cuma ada di SD Hikmah Teladan: Aku ada cerita mengenai anak ABK. Inilah uniknya SDHT yang tidak membeda-bedakan dengan anak normal. Suatu hari salah seorang ABK diminta untuk menjadi imam. Saat imam mengucapkan “waladolin” dan makmum menjawab “amin”. Pada saat itu pula sang imam kabur karena kaget mendengar teriakan dari jamaah.

7. Sekolah Umum dengan Seragam Murid Perempuan Berkerudung.

SD Hikmah Teladan sekolah umum. Bukan Sekolah Islam atau Sekolah Islam Terpadu (yang jumlahnya sudah lebih dari seribu) sebagaimana kerap dinyatakan oleh berbagai penerbit buku, undangan-undangan yang masuk dan para calon orangtua murid baru. Kita sebut beberapa perbedaannya: 1) SD Hikmah Teladan masuk pukul 07.30 – 14.00 berbeda dengan SDIT yang fullday di mana anak-anak baru pulang sekolah pukul 16.00. 2) SD Hikmah Teladan berbeda dengan SDI dan SDIT terkait dengan jumlah mata pelajaran agama. Kita hanya punya 2 mata pelajaran agama: Pendidikan Agama Islam dan Baca Tulis Al Quran. Namun kenapa ‘orang luar’ mengenali SD Hikmah Teladan sebagai SDI atau SDIT? Karena semua anak perempuannya memakai kerudung.

Menjadi sekolah umum adalah keputusan sadar. Para pendiri SD Hikmah Teladan sejak dari awal meniatkan bereksperimen menemukan model pendidikan ‘baru’ yang sepenuhnya dapat menfasilitasi tumbuh kembang potensi anak. Ini pekerjaan berat. Maka kami hindarkan untuk sama dengan sekolah lain yang sudah memiliki citra yang jelas di masyarakat. Bila kami menjadi SDIT, misalnya, maka sudah jelas dan lengkap gambaran (:baca tuntutan) masyarakat akan kami: harus seperti apa kami dan harus bagaimana kami bergerak ke depan. Jika tidak, kami dipertanyakan, dikritik, digugat. Tentu ini hal yang sungguh merepotkan dan membuat kami tidak memiliki peluang bereksperimen. Malah SD Hikmah Teladan sepertinya berkembang dengan menjadi antitesis atau pembeda SDIT.

Lalu kenapa sebagai SD umum murid perempuannya berseragam disertai kerudung? Saya tidak tahu pasti. Bukankah tidak ada yang salah dengan hal tersebut? Memang sepertinya ada dorongan cukup kuat agar SD Hikmah Teladan menjadi sekolah islami. Dan, semoga ‘islami’ yang dimaksud adalah Islam yang sangat diwarnai keragaman, termasuk keragaman fiqih. Bukankah di SDHT keragaman bukan hanya fakta, melainkan SDHT sudah menjadi rumah bagi keragaman.

8. Seleksi Calon Orangtua Murid

Untuk tahun ajaran baru Juli nanti, sejak awal Pebruari, calon murid sudah melebihi jumlah 96. Karena selain ketentuan usia 6 tahun saat bulan Juli, tidak ada persyaratan atau seleksi untuk menjadi murid SDHT. Murid diterima hanya berdasarkan urutan pendaftaran. Namun karena pendaftaran juga tanpa melibatkan penarikan biaya apapun, artinya orang dapat mendaftar begitu saja. Lalu siapa yang sungguh-sungguh? Di sinilah Program Sosialisasi mengambil peran.

Program Sosialisasi yang berlangsung dari pukul 09.00-12.00 mengungkap lebih dan kurang dari SDHT, juga terutama mengenai hal-hal apa saja yang menjadi perbedaan SDHT dari sekolah lain. Semakin jelas pengungkapan akan memperkuat rujukan bagi calon orangtua dalam mengambil keputusan. Isi Program Sosialisasi dengan maksud demikian, mengakibatkan minimnya pembicaraan tentang hal-hal ideal, cita-cita atau segala hal normatif lainnya. Yang ada adalah ruang dan waktu yang leluasa bagi Ketua dan Wakil Ketua Komite Sekolah beraksi. Saya yang mewakili sekolah hanya menyampaikan garis besar perjalanan murid SDHT dari awal masuk sampai akhir. Sekali lagi, semakin jelas dan objektif penjelasan akan semakin mudah bagi orangtua calon murid mengambil keputusan.

Sebetulnya seleksi orangtua sudah dimulai lebih awal dengan kebiasaan mengajak orangtua dan anak yang mendaftar tour di SDHT, termasuk menyatroni kelas 1 yang sedang belajar. Bukankah bila orangtua melihat guru yang enjoy dengan anak yang memilih belajar dengan duduk di kursi ibu guru, beberapa anak belajar sambil tiduran di karpet, sebagian besar di bangku masing-masing, dan ada juga anak yang tidak mau belajar; orangtua yang konservatif tentu saja buru-buru mencari sekolah lain. Menurut saya Tour SDHT pun dapat memainkan peran menyeleksi orangtua.

9. Daftar Surat yang Dibaca pada Saat Salat Berjamaah Dhuha dan Dzuhur

Apa surat yang dibaca pada salat berjamaah pekan ini? Guru SD Hikmah Teladan akan menyebutkan sebuah surat, dan sebuah surat lain akan disebutkan kalau anda bertanya sekitar beberapa minggu kemudian. Setelah ada perjalanan panjang untuk menegaskan bahwa salat bagi anak-anak memang belum wajib sehingga anak-anak bisa salat dengan santai, tanpa beban, dan menjadi kesempatan ‘bersenang-senang’; kami memutuskan salat sebagai media di mana anak-anak melakukan pengulangan hafalan surat-surat pendek.

Setelah menegaskan bahwa bagi anak-anak salat belum wajib, sehingga tidak apa kalau mereka tidak salat, salat dzuhur 2 rakaat, menggoda teman, mengingatkan teman yang tidak mau diam dan lain-lain, maka salat menjadi kondisi yang menyenangkan, rileks, dan secara fisik anak bergerak aktif. Nah, bukankah itu semua kondisi belajar terbaik? Pada kondisi inilah materi hafalan menumpang dan pengelolaan yang teratur. Seorang anak yang menyebutkan salah satu hal yang cuma ada di SDHT adalah membaca surat pendek dengan berteriak-teriak sewaktu salat, membuktikan efektivitasnya. Itu sebabnya, sekalipun tidak ada pelajaran khusus hafalan al-Quran, kami tetap dapat mencapai target anak-anak SDHT lulus sekolah dengan catatan telah menghafal surat-surat al-Quran Juz 30.

10. Humaniora sebagai Nama Ekstrakulikuler

Memberi nama kegiatan ekstrakulikuler dengan Humaniora tentu tidak sembarangan. Di Negeri ini biasanya setiap hal yang berkaitan dengan sekolah itu serius. Coba saja Anda ingat bagaimana dulu kita berekstrakulikuler? Bukankah sekadar “ekstra’ pun tetap saja serius? Padahal yang manusiawi untuk anak adalah (juga) bermain, bergembira, bersenang-senang.

Di SD Hikmah Teladan jam Humaniora adalah jam bersenang-senang mencoba apa yang saat melakukan pilihan kita minati. Bila diperuntukkan untuk bersenang-senang, maka pilihan kegiatan harus banyak. Semester 2 tahun ajaran 2011 ada 24 pilihan kegiatan Humaniora. Jumlah ini setelah dikurang beberapa kegiatan (termasuk  Club Sains) yang tidak ada peminat. 24 kegiatan yang dapat dipilih anak-anak tersebut adalah: 1) bola basket 2) catur 3) bulutangkis 4) doktercilik 4)komputer 5) english club 6) elektonik 7) fotografer 8) gambar kreatif 9) karate 10) karya kreatif 11) memasak 12) membatik 13) menyulam 14) origami 15) tenis meja 16) teater 17) sulap 18) seni tari 19) teater 20) penulis cilik 21) pencinta alam 22) musik 23) seni keramik 24) sepakbola.

Kami masih menganggap sebagai pilihan jumlah 24 masih kurang. Sebab itu, dalam 3 pekan (3 kali pertemuan) digunakan anak untuk penjajagan dan guru pembimbing untuk promosi. Dalam 3 kali pertemuan anak-anak dapat keluar-masuk. Absensi satu semester dimulai di minggu ke-4. Oh ya bisa saja pada minggu ke-4 itu ada kegiatan Humaniora yang tidak laku dan dihapus dari daftar.

11. Pada Hari Kamis Kelas 3 Berpakaian Bebas

Dijamin ini 100% cuma ada di SD Hikmah Teladan. Kejadiannya demikian: Secara umum hari Rabu anak-anak SDHT berpakaian bebas. Karena setiap hari Rabu kelas 3 ada pelajaran Olahraga yang menyebabkan mereka berpakaian Olahraga, maka mereka tidak menikmati berpakaian bebas. Guru kelas 3 diprotes anak-anak. Jawaban spontan “kalian berpakaian bebas saja di hari Kamis” berlaku sampai sekarang. Saya mengingat betul mekanisme ini tidak melalui rapat, juga persetujuan dari kepala sekolah.

 

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: