Home > SekolahKu > 100 Hal yang Hanya Ada di SD Hikmah Teladan

100 Hal yang Hanya Ada di SD Hikmah Teladan

Saya ingin menulis 100 hal yang hanya ada di sekolah kita. Bahkan kalau bisa lebih. Yakin bisa sih lebih, dan ini tentu dengan melibatkan semua warga sekolah: guru, kalian para murid, dan orangtua murid.

Bila hal yang disebut cuma ada di SD Hikmah Teladan, ternyata ada di antara kalian yang tahu ada sekolah lain mengadakan hal yang sama, maka kita menyoretnya. Cepat tekan “delete” atau “backspace” di keyboard. Lakukan mendelete/backspace sama riangnya dengan mencari yang memang cuma ada di SD Hikmah Teladan.

Saya yang memulai!

1. Setiap Hari Selalu Ada yang Terlambat

Betuk kan selalu ada yang terlambat masuk sekolah? Apakah kamu pernah terlambat? Kalau kamu pernah, tentu kamu tahu betul  itu tidak apa-apa. Tidak apa-apa terlambat. Juga, tidak diapa-apakan kalau terlambat. Sebabnya adalah guru SDHT dilarang keras memberikan sangsi pada murid. Bila diketahui ada guru yang memberikan hukuman pada anak, maka guru yang bersangkutan akan mendapat teguran dari sekolah.

Akibat tidak ada sangsi atau hukuman ini sangat luas dan mendalam. Kami, terutama, sangat ingin memastikan anak-anak masuk sekolah selalu membawa hati riang, tanpa ketakutan, pikiran yang santai untuk belajar. Sungguh bagi anak yang biasa terlambat karena malas, para guru dapat menghapus kemalasan itu dengan menciptakan suasana salat dan obrolan Dhuha dengan menyenangkan. Pagi (Dhuha) yang menyenangkan membuat banyak anak sayang meninggalkan. Artinya, semakin pandai guru membuat kegiatan awal sekolah menyenangkan, semakin berkurang anak yang terlambat.

2. Upacara Sekolah di Hari Jumat

Membuktikan ini cuma ada di SDHT mudah. Kita tanya saja semua anggota keluarga, apakah selama mereka sekolah upacaranya hari Senin atau Jumat?

Bagi SDHT upacara dilangsungkan hari Jumat untuk menegaskan bahwa kita berbeda, kemudian berbeda itu tidak masalah. Bukankah sampai saat ini kita asyik-asyik saja berupacara di hari Jumat?

Ada 10 hal yang juga cuma ada di Upacara SDHT: 1) tidak ada petugas upacara tetap melainkan bergiliran setiap kelas termasuk kelas satu, 2) di akhir upacara ada pertunjukkan oleh kelas (tentu yang tidak menjadi petugas upacara), 3) membacakan kutipan al-Quran, hadis atau nasihat yang diikuti seluruh peserta, 4) sekali dalam sebulan upacara diganti dengan senam, 5) gurunya tidak berseragam, 6) semua peserta upacara tidak memakai topi sehingga tidak menghormat bendera, 7) setiap Jumat ada kelas yang kebagian jam olahraga dan mereka pun berupacara dengan seragam olah raga, 8) Ada pengukuhan wisudawan yang lepas dari Iqra atau ABaTsa ke al-Quran, juga penyerahan berbagai penghargaan pada murid yang mengikuti dan memenangkan perlombaan, 9) semua guru mendapat giliran menjadi pembina upacara, 10) …

3. Tugas Akhir Pekan

Secara umum di SD Hikmah Teladan tidak ada PR. Kami memandang bahwa belajar (mata pelajaran sesuai kurikulum) cukup di sekolah dari pukul 07.30 – 13.45 dari Senin sampai Jumat. Percayakan dan percayailah guru-guru. Lebih dari itu, kami tetap menganggap bahwa tugas pembentukan karakter adalah rumah. Maka silahkan manfaatkan waktu di rumah untuk bercengkrama, diskusi atau melakukan berbagai kegiatan bersama dan menyenangkan lainnya. Kami juga menyambut gembira anak-anak yang bercerita tentang teman-teman, tetangga, masjid dekat rumah di mana mereka ikut mengaji, tanah lapang di mana anak-anak berkumpul dengan teman sebaya. Dan semua itu tidak boleh jadi tidak dilakukan karena anak-anak mendapat PR dari sekolah. Masa depan, kata banyak pemikir dan penelitian, ditentukan oleh karakter (kerap disebut juga kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial).

Dengan demikian, keberanian kami sekalipun memberikan pekerjaan rumah (PR), maka dipastikan harus melibatkan keluarga, berkaitan dengan ‘penyegaran’ karakter, aktivitas di lingkungan sosial. Ketika kalian membaca dan turut berperan mencapai target “100 Hal yang Hanya Ada di SD Hikmah Teladan”, kalian sedang mengerjakan TAP yang setidaknya memenuhi salah satu syaratnya, yaitu melibatkan keluarga.

4. Pelajaran Bahasa Indonesia Memakai Buku Rujukan

Pelajaran Bahasa Indonesia dilarang keras memakai buku paket. Sebagai gantinya kami mencari bacaan anak yang menarik, baik terkait aspek kebahasaan dan terutama buku-buku fiksi. Pernah kami pakai seri Mio dari Mizan, Koguma, Pooh, Nontan, dan beberapa novel untuk kelas 4, 5 dan 6. Yang terbaru, kelas 2 menambahkan di semester 2 buku Love You Before & After, kelas 5 dengan buku yang baru difilemkan dan anak-anak juga sudah menontonnya: Guardians of Ga’hoole. Beberapa buku yang disebutkan ini tentu saja tanpa panduan bagaimana digunakan di kelas, bahkan sekedar pertanyaan pun tidak. Memang tim guru harus membuat sendiri lembar kerja dan rancangan kegiatan belajar untuk semua buku seperti itu yang kemudian kami sebut buku rujukan. Dengan menenatpkan pelajaran Bahasa Indonesia, Karakter, IPA kelas 1-3 wajib memakai buku rujukan dan setiap tahunnya tidak boleh sama, maka selalu ada kesempatan bagi guru untuk belajar, berpikir keras, bekerja sama merancang pembelajaran, memiliki kebanggaan terhadap hal berbeda yang bermutu, dan semakin menanamkan kemandirian dalam mengelola sekolah, lebih khusus penegakan otonomi kelas.

Pemakaian buku rujukan, seiring dengan meningkatnya kemampuan guru-guru, akan di perluas. Yang sedang dibidik untuk segera memakai buku rujukan adalah buku agama. Kami juga sedang mempelajari kemungkinan pemakaian buku “Ensiklopedia Pertanyaan Besar: Mengapa?” dipakai sebagai buku rujukan mata pelajaran PKn, IPS dan Karakter (dari) kelas 3-5. Kelas 1 sih bisa semua memakai buku rujukan.

5. Ragam yang ‘Aneh’ dari Sekolah Lanjutan Lulusan SDHT

Perhatikan sekolah lanjutan anak-anak SDHT angkatan 2009-2010: SMPN 4 Tasikmalaya, SMPN 3 Cimahi, SMP Alfa Centaury (2 anak), SMP Hikmah Teladan (19 anak), SMPN 9 Bandung (4 anak), MTs Asih Putera (3 anak), SMP Angkasa (2 anak), SMPN 1 Cimahi (3 anak), SMPN 2 Margahayu, SMPIT Al-Azhar (3 orang), SMP Pajagalan Bandung, Gontor (3 anak), SMP IT Nurul Fikri Banten, SMPN 47 Bandung, SMPN 5 Bandung (2 orang), SMP Juara (2 orang), SMPIT As-Syifa, SMPN 10 Cimahi (2o orang), SMPN 1 Sumedang, SMPN 11 Bandung, SMPN 6 Cimahi (2 orang), SMP PGRI Cimahi, SMP Al-Ma’some, SMPN 9 Cimahi, SMPN 3 Soreang, SMPN 1 Bogor, SMPN 1 Bandung (2 orang), SMPN 2 Bandung, SMPN 4 Bandung, SMPN 12 Bandung, SMPN 4 Cimahi, MTs Nurul Falah, SMP Syahid, Pesantren di Bogor (keterangan belum lengkap).

Bila semua anak di atas masuk SDHT tanpa seleksi, dari kelas 1-6 belajar selalu dalam kelas yang beragam (tanpa pengelompokan berdasarkan prestasi), kedudukan SDHT sebagai sekolah umum (bukan sekolah Islam, ibtidaiyah atau Islam Terpadu); jumlah 34 sekolah tingkat menengah dipilih 74 anak tentu sangat banyak. Menarik juga diperhatikan bahwa data itu menunjukkan rentang kualitas dari yang kurang sampai yang terbaik, dari pesantren tradisional hingga modern, dari waktu belajar ‘setengah hari’, fullday, sampai boardingschool. Lalu bagaimana 3 anak SDHT bisa masuk Gontor? 1 anak ‘hanya’ bisa masuk SMP PGRI Cimahi? 3 anak masuk RSBI dan beberapa annak diterima di SBI kota Bandung? Bagaimanakah anak-anak yang sangat menikmati kenyamanan dan kebebasan dapat bertahan di sekolah lanjutan yang penuh disiplin, sangat banyak peraturan, sangat ketat? Bagaimanakah anak-anak yang cerdas secara akademis namun selama belajar tetap dengan standar normal, tanpa kompetisi, bercampur dengan anak-anak di bawah rata-rata, dapat berkompetisi dan menjadi siswa yang menoonjol di sekolah unggulan?

6. Sekolah Umum dengan Seragam Murid Perempuan Berkerudung


Categories: SekolahKu
  1. bunda abad
    September 26, 2012 at 4:40 am

    kereeenn…

  2. intan
    June 23, 2013 at 4:11 am

    tertarik banget,tapi biayanya diatas standar kebanyakan penghasilan oang tua

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: