Home > MH. Aripin Ali, Walagri Aksara > Terimakasih 5: Mengemis

Terimakasih 5: Mengemis

Dari mana uangnya? Mengemis lagi ya? Kata “mengemis” digunakan berulang oleh bendahara Walagri Aksara setiap saya menyebutkan rencana kegiatan. Kami memang benar-benar kere. Sejak berdiri tidak punya sumber dana, sementara berbagai upaya kreatif untuk menghasilkan keungan mandiri mentok. Lalu kenapa Walagri Aksara masih ada?

Kami bernasib baik. Bergulat di dunia ilmu, dengan anak-anak yang belajar, beserta guru-guru yang mengajar, pasti diliputi berkah yang membuka celah-celah rejeki. Jangan khawatir ya sebenarnya. Saya sendiri tidak khawatir kecuali dengan diri sendiri. Biasa lah saya masih rentan dengan ketulusan, menyukai pamrih, sedikit-sedikit senang dengan popularitas.

Betulkah saya mengemis? Jadi penasaran nih. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “mengemis” dapat berarti minta sedekah, minta-minta. Saya pikir, siapa yang meminta dan siapa yang memberi menentukkan apakah mengemis berarti minta sedekah atau minta-minta. Namun teman-teman dekatku rasanya akan menolak kedua pengertian tersebut. Seorang sahabat mengatakan, “Anak-anak pak Aripin (yang dimaksud adalah Siti-Ibah), anak-anak saya juga.”

Kebiasaan saya menuliskan SMS untuk hal-hal seperti di atas juga menggunakan kalimat berita. Misalnya saya sampaikan siapa Siti dan Ibah, kemudian informasi bahwa mereka akan registrasi dengan tanggal, bulan, tahun dan besaran uang yang dibutuhkan. Sepertinya tidak ada kata-kata bermakna minta bantuan, pertolongan, sumbangan, sedekah, infak, beasiswa, juga zakat. Ha, ha, memang tidak perlulah ya kata-kata itu kalau saya yang mengirimnya. Teman-teman sudah mengerti. Eh, betul lho teman-teman saya cepat mengerti sekaligus pengertian. Terimakasih sebanyak-banyaknya ya.

Tata, Rommy, Dewi Susanti adalah yang dimaksud teman-teman oleh saya dan mereka berbeda agama dengan saya. Ali Abdullah, Ida Sitompul (yang menghubungkan saya dengan teman-temannya), Slamet Tarmaidi, adalah teman-teman Muslim yang bisa mengaburkan kata “mengemis” dari segala kebutuhan yang sudah saya sampaikan pada mereka.

Hai semua, apakabar?

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: