Home > MH. Aripin Ali, Walagri Aksara > Terimakasih 4: Yoyoh Seorang

Terimakasih 4: Yoyoh Seorang

SMP Darul Hikmah angkatan I, yaitu anak-anak saat sekolah ini pertama kali kami dan masyarakat dirikan, berjumlah 21 anak (7 perempuan, 14 lelaki). 3 perempuan menikah selepas SMP. Dari yang melanjutkan ke tingkat SMA, 3 yang terus melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dalam hal ini UIN Sunan Gunung Djati: Ibah Muhibah (4 Juni 1991), Siti Mardotilah (15 Juli 1991), Asep Supriatna. Ibah-Siti yang mendapat pendampingan sepenuhnya Walagri Aksara.

Angkatan II, mereka yang kini kelas 3 SMA, hanya bersisa 4 orang yang satu di antaranya adalah Yoyoh beridentitas  perempuan. Kok malah semakin sedikit saja ya yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Lebih tepat sebetulnya melanjutkan ke perguruan tinggi negeri. Hal ini terkait dengan keharusan kualitas dan kemungkinan memperoleh pembiayaan lebih ringan, khususnya kemudahan memperoleh beasiswa.

Saya agak kecewa hanya menemukan Yoyoh. Sekolah-sekolah dampingan Walagri Aksara dimiliki masyarakat yang terlibat konflik pertanahan. Mereka di pelosok dan berkonflik. Para lelakinya hampir dipastikan bertani dan aktif di pergerakan, dengan demikian selayaknya dibebankan pada perempuan lah masa depan pendidikan, terutama tanggung jawab pengelolaan, para guru, juga para perempuan yang lebih diharapkan merambah berbagai perguruan tinggi negeri. Kegembiraan saya setahun yang lalu ketika para ibu meminta didampingi mendirikan PAUD (pendidikan anak usia dini) berlawanan dengan apa yang akan di peroleh tahun depan dengan hanya Yoyoh.

Program Walagri Aksara ke depan, selain memfasilitasi pengembangan pertanian organik dan peternakan bagi masyarakat, adalah penjaminan mutu kelulusan bagi sekolah-sekolah pelosok yang didampingi: SMP, SMK Pertanian Pasawahan, Banjarsari, Ciamis; SD, SMP, SMK Pertanian Darul Hikmah, Cieceng, desa Sindang Asih, kecamatan Cikatomas, kabupaten Tasikmalaya; SMP, SMK Pertanian Sari Mukti, Garut. Kan semua anggota Walagri Aksara itu guru, jadi inilah hal tradisional yang kompeten dilakukan kami.

Kembali ke Yoyoh, yuk. Gembira saya kalau ada yang menyelamatkannya. Apa yang dimaksud “menyelamatkan” di sini silahkan teman-teman interpretasikan sendiri-sendiri. Pertengahan Ramadhan ini Walagri Aksara akan tour lagi, termasuk menemui Yoyoh dan 3 siswa SMA Darul Hikmah kelas 3 yang menjadi kelas jauh MAN Talegong, Cikatomas.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: