Home > Walagri Aksara > Mulai dengan Kisruh Berakhir dengan Kegembiraan (1)

Mulai dengan Kisruh Berakhir dengan Kegembiraan (1)

Pertemuan Walagri Aksara biasanya dimulai pukul 17.00, jam setelah teman-teman mengajar dan beraktivitas di sekolah masing-masing, dan biasanya berakhir lewat pukul 21.00. Keseluruhan pertemuan untuk persiapan acara kali ini bertempat di rumahku dengan alasan karena kakiku yang terluka akibat kecelakaan belum sembuh. Beberapa pertemuan awal bahkan berlangsung di tempat tidurku. Mungkin juga bisa dijadikan alasan, biar istriku bisa menyediakan konsumsi ala kadarnya.

Permintaan Pengunduran Diri

Dari 10 anggota Walagri Aksara, biasanya hanya 5 sampai 6 yang bisa terlibat aktif dalam kegiatan, termasuk kegiatan tanggal 28 Desember 2009 – 2 Januari 2010 baru lalu. 5 – 6 orang inilah yang datang ke pertemuan dengan membawa beban kesibukan akhir semester, yang kerap pulang malam dari Cimahi ke Bandung dan menjalani rapat-rapat tanpa kepastian dana. Sungguh berarti hari-hari yang melelahkan.

Karena waktu yang terbatas, rapat dan koordinasi kerap berlanjut via telpon. Berganti-ganti orang yang datang di rapat pun, hari ini hadir hari lain bolos, membuat keputusan-keputusan rapat tak sampai diketahui dan mengikat kami semua. Beberapa kasus, pada sebuah hal, si A terikat pada keputusan hari H sedangkan si B pada kesepakatan hari H +. Dan ini sungguh terjadi. Sementara…

Teman-teman yang berkiprah di Walagri Aksara itu tidak digaji, tidak mendapat penggantian transportasi untuk setiap kegiatan, tegasnya mereka berkorban untuk hal yang mungkin disebut idealisme. Artinya, biasanya orang-orang seperti ini selain idealis tadi, mereka juga pekerja keras, egois, bahkan rada ambisius. Dan, ini tentang sifat egois, bila berada pada situasi “si A terikat pada keputusan hari H sementara si B pada kesepakatan hari H +” dan keduanya dengan sungguh melaksanakan keputusan, saat pertemuan kemudian pun sifat egois ini menjadi pertarungan argumentasi, marah-marahan, dan saling menguji kapasitas keras kepala masing-masing.

Mengetahui bahwa situasi di atas terjadi untuk setiap kegiatan Walagri Aksara, ada teman yang merasa lelah menghadapinya, ada teman yang merasa bersalah karena mendorong situasi itu muncul. Kali ini, hasil dari introspeksi diri, mereka minta izin mengundurkan diri dari Walagri Aksara. Aku sendiri bertahan, tepatnya harus bertahan, tak peduli ada saatnya kadang ikut-ikutan, penyelesai masalah, menimpakan masalah pada diri sendiri, apapun lah, yang penting itulah perjalanan yang kuterima dengan senang hati melaluinya.

Yang jelas, kepentingan mempertahankan jumlah 10 untuk anggota Walagri Aksara tidak berkurang, tetap kupegang teguh. Mulai dari mencari kejelasan permasalahan, memastikan hak mereka untuk mendapat penghargaan diberikan, menghibur dan menggembirakan. Aku juga tidak malu untuk merayu-rayu. Namun dari semua itu, upaya terbesar yang harus kulakukan adalah memastikan kegiatan yang diagendakan benar-benar berlangsung. Aku faham betul, pada setiap kegiatan yang berlangsung selalu terbukti betapa kami dibutuhkan, betapa kami diterima sebagai saudara yang membanggakan.

Jiwa Kami adalah Pendidik

Kegiatan “Peningkatan Kesejahteraan Guru Melalui Pengembangan Terpadu Pertanian Organik, Peternakan dan Koperasi” menempatkan kami sebagai penyelenggara dan bukan pemateri, pun fasilitator. Namun saat kunjungan ke lokasi, dalam perbincangan dengan tuan rumah, diketahui penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan madrasah masih banyak kekurangan. Serta merta kami pun menawarkan pelatihan untuk itu.

Sebagaimana saat pendirian 9 PAUD di Cieceng, Yuki jadi andalan. Pokoknya kalau Yuki siap, kami pun siap. Saya pribadi menyiapkan Yuki untuk menguasai dunia prasekolah, yang pada kenyataannya memang belum menjadi garapan kami. Sungguh menyenangkan, guru-guru yang ditemui penuh semangat. Teman-teman berharap bisa menemui mereka sebulan sekali.

Oh ya, kelaziman juga bagi Walagri Aksara memperkuat perpustakaan atau bagi yang belum memiliki perpustakaan, menyumbangkan buku-buku bacaan anak dan buku yang menunjang aktivitas mengajar.

Categories: Walagri Aksara
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: