Home > terbata-bata > Guru yang Baik (3)

Guru yang Baik (3)

Ivan Gunawan! Kemiripan wajah, postur, dan itu lho feminimnya, memang ada siswa SD Hikmah Teladan yang layak disebut Ivan Gunawan Jr. Teman-temannya juga banyak yang menyebut begitu. Sejauh ini tak masalah karena yang bersangkutan membanggakan diri dengannya. Ah, saya malah yang mempermasalahkan. Pada saat melihat ia memamerkan tas “Barby” barunya saya berprasangka adanya dukungan dan pengarahan dari orangtua. Sewaktu duduk disampingku yang sedang membaca koran teramati kaos kaki yang dikenakannya berwarna ungu bermotif bunga, saya menduga mungkinkah orangtuanya menghendaki kesuksesan dengan jalan ini? Tapi ketika siang itu ia salat dzuhur 2 rakaat dengan hanya membaca bacaan perubahan antar gerakan (jadi salat dengan kecepatan maksimal), saya hanya mengingatkan kalau salat dzuhur itu 4 rakaat. Ia menolak seraya bergegas kembali ke kelas.

Besok paginya kembali kejadiannya di sekolah, (kebiasaan) berkeliling kelas di awal belajar kali ini terhenti di kelas 3, tepatnya kelas Ivan Gunawan Jr. Apa sebab? Kudengar jelas ia mengajukan diri menjadi imam salat dhuha. Berantakan deh salat kalau ia yang  mengimami. Saya pun betul-betul tak hendak beranjak. Penasaran. “Siapa yang kebagian imam hari ini?” tanya sang guru. Ternyata anak lain. Ivan Gunawan Jr. ngotot. Sang guru mempersilahkan si anak meminta ijin ke temannya dan menegaskan bahwa ia harus mendapat ijin itu. Hai ia dipersilahkan! Tak lama kemudian, “Siap salat!” nyaring terdengar. Semua berdiri, ia takbir. Sepertinya ia tidak tahu bacaannya, makmum berinisiatif sampai al Fatihah. Nampaknya juga ia bingung surat apa yang sebaiknya dibaca, makmum mendahului kemudian diikuti Ivan Gunawan Jr.. Suratnya lumayan panjang dan ia tak hafal jadi tak tahu kapan takbir untuk berpindah ke rukuk, makmum pun berjamaah memberikan komando pada imam. Begitu seterusnya, imam bertukar tugas dengan makmum sampai salat berakhir dengan lancar sehingga belajar dimulai dengan menyenangkan. Cuma saya yang dipatahkan prediksinya, cuma saya yang terpelanting jauh ke pojok perenungan.

Kusebut Namanya: Helena, sebagai Penghargaan

Kalau ada yang bertanya pada saya siapa guru yang baik, dengan penuh kebanggaan saya menyebut wali kelas Ivan Gunawan Jr. salah satunya. Salah satu dan baru masuk daftarku (yang di dalam daftar ini tidak termasuk diriku). Baru masuk daftar karena beliau belum genap satu tahun pun mengajar, juga bergabung dengan SD Hikmah Teladan.

Saya selalu menilai seorang guru sebagai guru yang baik jika ia bisa menyimpan teramat jauh semua kekurangan yang sungguh diketahuinya pada setiap anak ketika ia berbicara tentang kemungkinan masa depan, tentang peluang setiap orang berbuat baik.

Seorang guru yang baik memandang kelas sebagai keseluruhan sehingga tak apa Ivan Gunawan Jr. menjadi imam karena hampir semua makmum sudah mengetahui tertib salat dan bacaan salat. Sekalipun dengan bertukar peran, salat berlangsung dengan baik. Betapa mudahnya menutupi seorang Ivan Gunawan Jr. yang pada kenyataannya pun memang 30 : 1 anak. Mana mungkin kuat 1 anak melawan 30 anak!

Categories: terbata-bata
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: