Home > MH. Aripin Ali > 18 Guru Pelosok Magang di Bandung(1)

18 Guru Pelosok Magang di Bandung(1)

9 Agustus 2009, pkl 07.20, 2 mobil bergerak dari Bandung dan Cimahi untuk menjemput teman-teman, para guru dari Cieceng, Tasikmalaya. Mobil yang dari Cimahi mengangkut buku untuk perpustakaan, buku dan alat tulis yang dikawal oleh ibu Lili dari Walagri Aksara dan Azmi dari rahim istriku. Mobil dari Bandung mampir di Keuskupan untuk mengangkut 2 karung pakaian bekas.

Kisaran magrib kedua mobil datang di basecamp Pondok Baca, Ruko III nomor 5, Komplek Arcamanik Indah, Bandung. Kasihan, kebanyakan dari mereka turun dengan sempoyongan. Termasuk 2 ekor ayam yang mereka bawa ikut mabuk, bahkan yang betina mati setelah acara pembukaan.

Pondok Baca

IMG_4492Walagri Aksara baru dibentuk. Kami tidak punya uang. Persis, kegiatan magang ini terlaksana dengan menampik gensi dan rasa malu untuk kesana-kemari minta tolong, cari teman yang (bahkan temannya teman) yang mau bekerja sama atau berbelas kasih. Dan sahabatku, yang kutuakan karena kebijaksanaannya, bersedia menanggung akomodasi dan konsumsi untuk makan pagi sebelum pergi magang dan makan malam. Beliau mengerahkan orang-orang baik yang mengitarinya (sebagai sesama Pengurus Pondok Baca).

Rapat antara Walagri Akasara dan pengurus Pondok Baca sama sekali tidak ada basa-basi. Setelah perkenalan dan penjelasan siapa tamu yang kami fasilitasi,  para ibu aktivis pun sibuk membaca proposal. Mungkin sudah disampaikan akan berbagai kebutuhan yang kami tidak dapat memenuhinya, pas bagian anggaran yang mencapai sekitar 35 juta, ditanyakan pada kami “Sudah ada?”. Saya nyengir, 2 teman yang mendampingi sedang sibuk mencari ke mana jalan-jalanya kutu karpet yang membuat mereka garuk-garuk kepala. Saya sampaikan transportasi penjemputan sudah tertangani dari sisa dana kunjungan kami ke Cieceng, sedangkan untuk akomodasi dan konsumsi baru ada uang 600 ribu. “Ya sudah yang itu jadi modalnya. Sisanya dari kami.” Lalu jadilah kami untuk beberapa saat sebagai anak-anak TK yang melihat ibu-bapak pengurus Pondok Baca menghitung segala kebutuhan akomodasi dan konsumsi. Selesai.

Semudah itu  lho. Ha, ha kami mencari makan, sengaja melepaskan beban yang aneh.

Categories: MH. Aripin Ali
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: