Home > MuridKusekolah > Anak-Anak yang Tak Mau Ambil Pusing

Anak-Anak yang Tak Mau Ambil Pusing

Apakah anak-anak SD Hikmah Teladan stress menghadapi UASBN? Kami berpikir jauh-jauh hari agar hal ini tdk terjadi dan kerap berkumpul untuk mengevaluasi program bila ada tanda-tanda yang dapat menimbulkan stress. Anak-anak kelas 6 seperti biasa melakoni kesehariannya: belajar dengan ceria, bermain seperti biasa dengan segala keributannya dan terus menyodorkan kepada kami berbagai kejutan yang kerap menyesakkan dada.

UASBN memang dihadapi fokus, namun segala dampak dari memokusan ini hanya boleh merepotkan kami, terutama guru-guru. Misalnya saja di bulan terakhir menjelang UASBN anak kelas 6 sudah dikelompokkan menjadi 3: anak yang tidak berurusan lagi dengan kelulusan, melainkan membuka kesempatan untuk berprestasi; anak-anak yang sudah oke dengan kelulusan tinggal mempertahankan dan memperkuatnya; anak-anak yang masih deg-degan untuk kelulusannya pun. 3 pengelompokan ini dikenakan pada 3 mata pelajaran yang di-UASBN-kan sehingga per kelompok berbeda-beda untuk setiap mata pelajaran. Maka per mata pelajaran yang di-UASBN-kan yang semula 1 guru menjadi 3 guru. Dari mana 6 guru tambahannya? Mereka adalah guru-guru yang tersebar dari kelas 1-5. Sungguh repot dan membuat sedikit kacau ‘ritme’ sekolah. Berbeda dengan anak-anak, kenyataan ini membuat mereka menemukan suasana, teman dan guru baru; juga lebih segar karena mereka yang harus berpindah kelas, berubah teman, berubah status kelompok, melibatkan banyak pergerakan fisik, emosi dan pikiran.

Sudah Maksimal

Rangkaian persiapan menghadapi UASBN demikian dapat mensyahkan klaim bahwa upaya kami sudah maksimal. Lah kalau begitu kan tinggal berserah diri.

Lain lagi dengan anak-anak. Mereka kan dibikin bebas dari stress dengan menjalani sekolah seperti biasanya bahkan lebih menarik. Akibatnya, sekalipun guru-guru begitu tertekan menyiapkan mereka, anak-anak memandang UASBN biasa saja.

Berpadunya guru-guru yang “tinggal berserah diri” dengan “anak yang memandang UASBN biasa saja” membuat kami menikmati UASBN begitu saja. Tidak terbersit di pikiran kami segala hal intrik: rapat pagi, pengaturan posisi duduk, jadwal kunjungan ke WC, gerakan kilat merubah jawaban usai ujian, dan lain-lain. Bahkan, doa bersama pun tidak terbersit. Jadi jangan heran kalau anak-anak malah memandang lebih sulit ujian sekolah (US).

Tak Mau Ambil Pusing

Begitu mudahnya, kejadian di hari pertama UASBN, anak-anak menyampaikan penolakan ketika diberitahu jawaban dan mengancam tidak ikut ujian kalau pengawas tersebut tidak diganti, masih belum bisa saya mengerti. Penyebabnya, saya tidak mau mengalamatkan sikap itu pada label “namanya juga anak-anak”, di mana mereka belum berpikir jauh (resiko kalau mereka tidak ikut ujian), tidak mampu bercabang-cabang pikiran (sehingga tidak bisa menyelesaikan dengan baik-baik), dan tidak menghormati status sosial. Memang bagiku, anak-anak waktu kemarin itu, bukan pendek pikiran tapi polos, bukan tidak bercabang-cabang pikiran melainkan lurus, bukan tidak menghormati status sosial melainkan tak mau ambil pusing. Emang salah kenapa dibiarin. Emang nyebelin kenapa dibaikin.

Membela Tanpa Ambil Pusing

Jangan katakan “Maaf, namanya juga anak-anak,” kepada mereka yang tersinggung dilabrak anak-anak. Tidak ada yang salah dengan yang dilakukan anak-anak. Yang salah adalah mereka tidak tahu kepantasan pada anak-anak.

Jangan katakan “Maaf, namanya juga anak-anak,” karena itu membuka aib betapa rendahnya kehormatan dan tujuan pendidikan kita.

Betapa senangnya hatiku bila sempat membela anak-anak tanpa ambil pusing dengan segala resikonya. Semoga.

Categories: MuridKusekolah
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: