Home > SekolahKu > SD Hikmah Teladan yang Tak Kukenal (1)

SD Hikmah Teladan yang Tak Kukenal (1)

Anak-anak leluasa dan enteng saja tampil di Panggung Berani Mencoba, itu sudah biasa. Hari ini tidak biasa, karena yang tampil orangtua. Mereka naik panggung mengikuti penyisihan lomba karaoke/menyanyi menjelang Family Day, 18 April.

Lagu yang dibawakan beragam jenis: pop, nasyid, dangdut, ‘sunda’. Persis kayak anak-anak, mereka juga tampil gak ada malunya banyak maunya (gayanya). Yang lagu dangdut ada goyangnya (malu-malu sih), lagu sunda sambil ngibing, nasyid dengan segala kesyahduannya, dan pop seperti kayak di konser di mana kita lihat penonton yang diajak bernyanyi ikut bernyanyi rame-rame.

Melihat semua kegembiraan (sebuah pesta) itu, aku hanya bisa lirih mengajukan pertanyaan: Apabila kebebasan yang diberikan kepada anak-anak sudah (kadang) membuat kewalahan, bagaimana kalau orangtua ikut-ikutan? Kalau pada sebagian anak kebebasan dapat menjadi kebablasan, mungkinkah terjadi hal serupa pada orangtua? Kebebasan Vs Kedisiplinan yang masih terjadi tarik-menarik di antara kami akan dipengaruhi seperti apakah oleh menjamurnya kegiatan-kegiatan yang memanjakan ekspresi bebas orangtua? Boleh gak ya bertanya, apakah dapat dibenarkan bila di sekolah melarang lagu yang menceritakan “kawinan bapak”?

Masih banyak sih pertanyaannya tapi tak ada gunanya. Kebebasan kan selalu bermuka dua. Resiko. Aku harus berpikir saja bagaimana interaksi ‘dua muka’ itu dipastikan sebagai belajar, dan bagaimana mereka yang dalam kecenderungan melakoni kebebasan yang ‘bertanggung jawab’ sedikit lebih kuat. Ah, tak juga demikian. Masalah kebebasan adalah masalah menjadi diri sendiri, bukan pergulatan antara kebebasan yang kau khawatirkan dengan kebebasan yang bertanggung jawab.

2 SMS Pandangan Mata

Di sela-sela keramaian, aku mengirimkan 2 SMS ke beberapa teman-teman. Sekadar berbagi cerita, belajar menulis, atau mungkin berharap kedatangan SMS balasan yang membuatku tambah terpuruk dalam perenungan.

1. Masih dalam rangka menjelang Family Day tanggal 18 April, setelah selesai perempat final footsal yang sorak-sorai penontonnya pun ikut saling serang; sekarang kami menonton ‘konser’ lomba karaoke dengan peserta orangtua siswa. Duh kumah atuh, kok banyak sekali yang tumpah ruah. “Uh! Uh!” dan tepuk tangan pun membahana. “Ayo…” lambaian tangan sang biduan yang menyanyikan lagu Laskar Pelangi, serta-merta diikuti penonton. Gak sih gak sampai histeris. Oh SDHT. Tuh lihat sekarang mah yang tampil suami-istri. Mesra euy.

2. Nah loh, yang tampil sekarang mamah Lutfi dengan memainkan gitar sendiri disertai semua anak perempuan 4 Kahfi menyanyikan lagu “Jangan Berubah” ST12. Eh, sebelum mereka naik panggung lonceng berbunyi lho. Dan judulnya: tak digubris! Yah, sehari (eh 2 hari, eh 3 hari, ah seminggu kali) ngelupain belajar boleh kali.

Categories: SekolahKu
  1. diladila
    May 1, 2009 at 12:19 pm

    Paa.. Dila udah bikin tulisan yg bru.. komen donng,pa.

  2. June 22, 2009 at 11:41 am

    aDuWh….kAdIla rAjIn bGd eUy,,,,

    hehehehehehehehehhe……

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: