Home > KaryaKusekolah > Majalah Teladan Edisi 2

Majalah Teladan Edisi 2

cover-depan-gambarnyaMajalah Teladan edisi ke 2 sudah terbit. Pertama kali aku menerimanya, kucium dan kupeluk. Melankolis memang. Padahal aku sudah tahu isinya. Peduli ah.

Aku sungguh membanggakan Majalah Teladan. Posisiku sebagai editor kupertaruhkan untuk mempertahankan kebebasan berekspresi dan keragaman di SD Hikmah Teladan. Kupikir juga kumanfaatkan dengan sungguh-sungguh, majalah ini, sebagai tempat yang mempersilahkan dengan ramah dan santai kepada anak-anak untuk berekspresi.

Ini Majalah Bukan Buletin

Semula buletin. Diawali buletin Hikmah yang diisi tulisan guru-guru untuk guru-guru dan orangtua, kemudian buletin Hikmah Ananda yang diisi anak-anak untuk anak-anak. Keduanya menjadi tanggung jawab Koordinator Kompetensi Menulis. Majalah pun diurus Koordinator Kompetensi Menulis, namun orang yang berbeda. Di SD Hikmah Teladan kan harus ada pergiliran untuk semua hal, kecuali di manajemen, dan ini tidak berdasar kemampuan tapi pada pemberian kesempatan.

Dilihat dari objek yang dikerjakan, jelas majalah lebih sulit. Hanya, inilah SD Hikmah Teladan, dari kompetensinya, Koordinator Kompetensi Menulis yang menghadiahi kami majalah lebih tidak memadai. Ia masih perlu meningkatkan kemampuan menulisnya untuk sejajar dengan banyak guru lain; baru mulai belajar program komputer yang diperlukan membuat majalah; baru mengenal dunia percetakan; tak punya pengalaman dan pengetahuan tentang keredaksian. Ini penting untuk diketahui, penanggung jawab buletin yang kompetensinya berlawanan atau mengetahui dan menguasai hal-hal yang disebut, ternyata membuatnya tahu diri. Ia memastikan “belum waktunya” membuat majalah.

Demikianlah, sedangkan yang tidak tahu keterbatasannya (karena mungkin berpikir sederhana tentang merubah buletin menjadi majalah bukan membuat majalah sebagaimana layaknya), tutupmata-tutuptelinga meluncur terus menikmati proses berkarya: menyicil target, bertahap mencoba, perlahan belajar, jadinya seperti apa hanyalah berarti itulah yang dicapai di hari “H”. Sudah.

Sudah. Pun majalah sungguh dapat dibedakan dari buletin: ada cover, daftar isi, ada redaksi, memuat tulisan dari luar, lebih banyak halamannya, tidak memisahkan media untuk orang dewasa dan anak, dicetak Mizan (bukan stensilan), dicetak 1000 eksemplar bukan sejumlah siswa.

Tidak Tahu Diri

Perihal tahu diri dan tidak tahu diri merupakan bagian dari perjalanan SD Hikmah Teladan. Semacam implementasi dari “Panggung Berani Gagal Berani Mencoba” pada level sekolah, dalam hal ini guru-guru.

Seperti pergiliran petugas Upacara Khas SD Hikmah Teladan, begitu juga pergiliran dalam ‘jabatan’, penanggung jawab kegiatan, atau apapun pada guru-guru selalu berarti kepastian mendapat kesempatan. Semua guru dinyatakan mampu dan dihindarkan peringkat kemampuan, sehingga peringkat kompetensi menjadi siapa yang lebih berhak dari siapa, tidak berlaku. Maka, semua guru kebagian menjadi Pemimpin Upacara, semua guru laki ditawari khutbah Jumat di masjid sekolah, semuanya bergilir menjadi koordinator berbagai bidang yang dibuat sekolah, (sebagai manajer kelas) bergilir level kelas, dan lainnya.

Berbekal kesempatan, siapa saja akan melihat ‘tugas’ dari dirinya sendiri. Tidak ada kewajiban pencapaian, Koordinator Humaniora misalnya, sebelumnya menjadi target koordinator berikutnya. Di sini “melihat ‘tugas’ dari dirinya sendiri” memang bisa berarti tidak tahu diri terhadap pengalaman atau lingkungan sosial, atau tidak nengok kiri, kanan. Juga di sini tidak ada target, melainkan ada seseorang yang menjadi bagian kami yang berusaha memanfaatkan kesempatan yang diperolehnya. Sudah. Jalinan keakraban kami tetap kukuh.

Yang Tambah Baikdi Edisi 2

1. Diputuskan keredaksian akan dilengkapi.

2. Covernya jauh lebih keren.

3. Halaman 1-20 sepenuhnya halaman anak (dari anak-anak untuk anak-anak), halaman 21-40 diisi guru dan tulisan dari luar tapi boleh diisi anak-anak.

4. Hampir seluruh ilustrasi berasal dari anak-anak.

5. Ada iklan.

6. Ada karya kolaboratif antara guru dan siswa (kartun halaman 31).

7. Kartun “Tips … ” dari guru.

8. Ada pemuatan karya satu kelas yang selanjutnya akan bergilir di antara kelas dan harus diikuti semua anak sekelas.

9. Kiriman Anada: Pemenang Lomba Menulis, dari edisi sebelumnya.

10. Rubrik “Kiprah Guru SDHT” baru lho, buat guru-guru nampang dan meningkatkan popularitas.

Catatan:

Ayo, kasih aku alamat agar kukirim majalah ini untukmu. Edisi 1 dapat dilihat di blog ketua redaksi: http://yanda-qz.co.cc/

Categories: KaryaKusekolah
  1. imaniah
    June 9, 2010 at 12:11 am

    bagaimana cara mendapatkan? utk berlangganan

    majalah ini utk anak usia brp

    anak saya berumur 6 th

    terima kasih

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: