Home > MuridKusekolah > Asy Syifa I’m Coming

Asy Syifa I’m Coming

Assalamualaikum,wr.wb. Perkenalkan, namaku Muhammad Hanif Imaaduddin, alumni SD.Hikmah Teladan angkatan tahun 2008. Aku adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Aku mempunyai seorang adik laki-laki bernama Muhammad Harits Kamaluddin dan adik perempuanku namanya Aida Yasmin Hanifah. Oh iya! Aku belum memperkenalkan kedua orang tuaku, nama ayah Agus Supriyanto, pekerjaan beliau adalah karyawan swasta dibidang IT. Nama ibuku Ida Nurhayati, pekerjaan beliau adalah ibu rumah tangga. Aku tinggal di Cimahi sejak tahun 2000, sebelumnya aku juga pernah lho tinggal di Semarang dan Lampung. Tapi sejak umurku 4 tahun, ayah pindah kerja ke Jakarta dan sejak itu aku hanya bertemu dengan beliau di akhir pekan, jadi aku sudah biasa hidup jauh dari salah satu orang tuaku. Pada awalnya, aku merasa sedih jauh dari ayah dan selalu menangis ketika ayah mau pergi bekerja, tapi lama kelamaan aku jadi terbiasa ditinggalkan ayah, malah aku dapat hikmah lho dari keadaan tersebut, aku jadi bisa lebih mandiri dan tidak terlalu tergantung kepada ayah, malah ayah sering “mentipkan” ibu dan adik-adik kepadaku, keren kan anak sekecil aku dikasih amanah sebesar itu?

Sekarang aku mau berbagi cerita tentang sekolahku saat ini, yaitu SMP-IT As-Syifa Subang. Aku tahu sekolah ini dari brosur yang diberikan oleh temanku , lalu setelah melihat gambar-gambar bangunan dan lingkungan yang bagus, aku jadi penasaran seperti apa sih SMP-IT As-Syifa, apakah seperti di brosur? Aku benar-benar penasaran! Lalu suatu hari aku, ayah, ibu dan adik-adik bahkan nenek dan kakek juga ikut melihat As Syifa, mereka juga ingin tahu calon sekolahku nanti. Kami berangkat pada hari Sabtu pagi di bulan Februari 2008. Sesampainya disana kami berkeliling untuk melihat lihat. Subhanallah, ternyata kampus As Syifa memang bagus sekali, selain lingkungannya yang bersih dan asri(ada taman,kebun,sawah) bangunannya juga bagus-bagus . Lalu aku melihat asrama putra, disana aku melihat banyak tukang yang sedang bekerja, mungkin karena belum selesai dibangun, asrama putra lingkungannya masih berantakan, tapi aku yakin kalau asramanya sudah jadi, pasti lingkungannya tidak kalah bagusnya dengan lingkungan asrama putri.

Alhamdulilah, setelah mengikuti seleksi akhirnya aku diterima di SMPIT As Syifa. Aku senang sekali namaku ada di daftar nama siswa yang diterima, aku melihat pengumuman itu di website AsSyifa. Oh iya! ternyata ada 5 orang dari SDHT yang diterima,tapi sayang 3 orang temanku tidak diterima. Alhamdulilah, aku juga lulus UASBN..Aku lumayan tegang menunggu hasilnya karena pas UASBN itu aku malah sakit gejala tifus, aku ngerjain soal ujian sambil panas demam. Tapi berkat pertolongan Allah SWT, aku lulus dengan nilai bagus.

Kini aku tinggal di asrama, kegiatan di asrama lumayan banyak. Selain kegiatan belajar seperti di sekolah umum, ada juga kegiatan kepanduan, pecinta alam, sains klub, olah raga (sepak bola, futsal, bulu tangkis, tenis meja, renang ) juga semua murid wajib ikut tahfidz Al Quran. Tiap hari bangun jam 4, malah kadang jam 3 (kalo lagi pengen Shalat Tahajud). Aku pernah kena sanksi (disuruh membersihkan 4 kamar mandi ) karena terlambat datang ke mesjid, seharusnya 10 menit sebelum adzan, kami sudah berkumpul di mesjid, aku datang pas lagi qomat.Tapi ada hikmahnya, aku jadi tahu rasanya jadi cleaning service tuh. hehehe. Hidup di asrama memang gak gampang, terutama karena aku harus jauh dari ibu, ayah, dan adik-adik. Kalo aku kangen , aku cuma bisa liat foto mereka atau nelfon aja. Kalo lagi sakit, aduh sedih banget, karena aku cuma bisa diem di kamar, gak bisa sekolah atau bermain. Kalo dirumah, ada ibu yang membantuku minum obat atau menghibur, kalau di asrama apa-apa harus dilakukan sendiri aja.

Hidup di asrama berarti aku harus bener-bener bisa MANDIRI, mandiri artinya kan bukan cuma mandi sendiri (kalo itu sih aku juga udah bisa dari dulu hehe…) Hidup jauh dari orangtua, aku harus bisa selesaikan masalah sendiri, kan gak mungkin setiap ada masalah, aku telfon orangtua. Oh iya aku pernah baca, katanya orang itu harus mandiri sejak kecil, karena kalo kelamaan tergantung sama orangtua, nanti jadi susah pas dewasanya. Katanya lagi, orang itu memang harus selalu saling menolong, tapi gak boleh saling tergantung…Di asrama aku juga ketemu teman-teman baru, mereka baik dan bisa jadi saudara baruku.

Untunglah guru-guru dan wali asrama di SMPIT As Syifa bisa jadi pengganti orangtua sementara, dan mereka juga baik seperti guru-guruku di SD. Hikmah Teladan. Guru-guru SDHT itu sangat baik, sabar, dan sangat mencintai murid-muridnya. Mereka mendidik kami jadi anak yang mandiri, percaya diri, peduli sama orang lain, dan mereka gak pernah mencela murid-muridnya. Guru-guru SDHT kalo ngajar tidak galak-galak, jadi kami gak setres saat belajar dan tetap mau tekun belajar. Buktinya, Alhamdulilah aku dan teman-teman lulus dengan hasil yang bagus lho! Aku sayang sama guru-guruku itu. Aduh, jadi kangen nih..Aku pengen banget bertemu mereka…Ah aku doakan saja semoga Allah selalu menyayangi dan membalas semua kebaikan guru-guruku itu. Dan aku juga memohon doa dari guru-guru, semoga aku bisa jadi orang saleh, dan tercapai cita-citaku. Aku berharap semoga pilihanku untuk sekolah di SMPIT As Syifa ini adalah pilihan terbaik yang diberikan Allah SWT sehingga nanti aku bisa menjadi orang yang berguna bagi orangtua, nusa bangsa dan agama, karena menurut sebuah hadist “ Sebaik- baik manusia adalah manusia yang berguna bagi sesamanya “. Semoga akupun bisa jadi seperti itu. Aaamiinn…

Cerita ini dikirim oleh M.Hanif Imaaduddin buat keluarga besar SDHT, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Categories: MuridKusekolah
  1. May 3, 2009 at 7:52 pm

    Subhanallah…
    bulik turut seneng baca tulisan ini… Aa sekarang sudah besar mandiri… semoga tetap menjadi anak yg sholeh ya A..

    bulik Lilis

    • Agus
      July 21, 2009 at 9:10 am

      Nyuwun pandongane ben tetep konsisten….

  2. May 13, 2009 at 10:12 am

    barakallah…

    sedih bacanya,, ampe nangis🙂 hehehe

  3. September 28, 2009 at 10:27 pm

    aduh . ceritra’a sdh bgt . .moga2 allah sellalumengabulkan doamu

  4. October 10, 2009 at 10:35 pm

    subhanallah, luar biasa nak, sungguh mulia, bp doakan mudah2an bs menggapai apa yg cita-citakan salam kenal dari abu thariq dr sma putri. mudah2an bp bs segera gbung dengan smp/sma putra

  5. ayub
    January 23, 2010 at 4:59 am

    aa, doain ya biar ayub bisa sekolah di as syifa

  6. February 28, 2010 at 3:40 am

    bangga banget sama kamu deh !!!

    chayo yaah ??

    ^^

  7. ichwan jati
    March 20, 2010 at 3:45 am

    akh,.Assalamualaikum. Saya pingin Mandiri spt Aa. saat ini saya sdg daftar di As Syifa Doa-in Ya.akumau py saudara Spt Aa di asrama nti. Saya dari SDIT Madani Bogor.Motifasinya lagi dong.

  8. Nazmilah mahrib
    April 26, 2010 at 6:47 am

    Cerita mu sungguh mengharukan aku adalah Calon smpit putri nanti semoga ceritamu memotifatiku

  9. sunardi KS assyifa
    June 2, 2010 at 7:40 am

    kenyamanan kamu modal besar tuk berprestasi… keep spirit

  10. Pak Bari - Batam
    November 11, 2010 at 12:08 pm

    Wah…bagus sekali ceritanya , Bapak juga ada anak di SMPIT Asshifa angkatan 2010 , namanya Fitra Akbar Azzindani , eskulnya bulu tangkis….ya kalau cerita wah seru sekali. Semoga nanti jadi orang-orang soleh yang siap membangun indonesia jaya.
    Amin….

  11. Mama rin
    November 7, 2012 at 10:02 pm

    Suka sekali dengan gaya berceritamu…. Menginspirasi kami yang kebingungan mau mendaftarkan anak sekolah dimana… Thx ya…. Keep writing

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: