Home > MuridKusekolah, SekolahKu > Guru Baru dengan Skripsi tentang SD Hikmah Teladan

Guru Baru dengan Skripsi tentang SD Hikmah Teladan

Baru pertama kali dalam wawancara seleksi calon guru,  saya ketemu dengan calon yang amat semangat membanggakan SD Hikmah Teladan. Ia juga sempat menyampaikan hal-hal positif dan hanya sebuah kritiknya untuk SD Hikmah Teladan. “Kok tahu banyak SD Hikmah Teladan?” tanya saya tanpa menyembunyikan keheranan. Berceritalah ia akan sejarah yang dimulai sejak paper untuk tugas mata kuliah sampai skripsinya.

Saya, yang mau tidak mau, bangga mendengar pemaparannya ingin berbagi kebanggaan. Saya mendapat ijin untuk memuat sebagian skripsinya di blog ini. Bagi yang memerlukan selengkapnya, silahkan menghubungi saya yang telah mendapat izin berbagi dengan yang lain.

A. Abstrak

ABSTRAK

Eva Nur Ardiani (2008). Perbedaan Kreativitas Verbal Anak Usia Sekolah Dasar Ditinjau Dari Latar Belakang Demografi (Studi Perbandingan pada Siswa Kelas 6 di SD Hikmah Teladan Bandung).

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji mengenai perbedaan tingkat kreativitas verbal anak usia Sekolah Dasar ditinjau dari latar belakang demografi. Menurut Munandar, kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperinci, memperkaya) suatu gagasan, yang terbagi menjadi dua bentuk yaitu kreativitas verbal dan kreativitas figural. Secara lebih spesifik penelitian ini memfokuskan pada perbedaan tingkat kreativitas verbal anak usia Sekolah Dasar ditinjau dari latar belakang demografi. Kreativitas verbal sendiri didefinisikan sebagai kemampuan berpikir divergen yang mencakup kelancaran, kelenturan, dan orisinalitas dalam berpikir, kemampuan untuk memperinci (elaborasi). Sedangkan latar belakang demografi dalam penelitian ini dibatasi pada jenis kelamin anak dan status ekonomi orang tua. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode ex post facto atau metode komparatif. Sampel diambil secara random dengan jumlah 40 anak kelas enam di SD Hikmah Teladan. Adapun teknik analisisnya menggunakan t-test dan ANOVA one way dengan sampel independen (sampel tidak berkorelasi). Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kreativitas verbal anak baik ditinjau dari jenis kelaminya maupun dari status ekonomi orangtuanya, hal ini menunjukkan bahwa kreativitas verbal anak nampaknya dipengaruhi oleh faktor lain diluar jenis kelamin anak dan status ekonomi orangtuanya. Dari hasil penelitian tersebut dapat disarankan bagi peneliti lanjutan agar melakukan pengujian kepada sampel yang lebih banyak lagi dengan subyek yang berbeda karakteristiknya misalnya kepada anak yang usianya lebih tinggi yaitu anak SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi atau bahkan terhadap anak TK, sehingga hasil yang didapat lebih bervariasi dan dapat mengetahui apakah usia anak dapat mempengaruhi kreativitas.

B. Daftar Isi

DAFTAR ISI

ABSTRAK ………………………………………………………………………. i

KATA PENGANTAR …………………………………………………………. ii

UCAPAN TERIMA KASIH ……………………………………………… iv

DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. viii

DAFTAR TABEL ……………………………………………………………….. x

DAFTAR GRAFIK ………………………………………………………… xi

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………….. 1

1.1 Latar Belakang Masalah …………………………………………….. 1

1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………………. 6

1.3 Tujuan Penelitian ………………………………………………………… 6

1.4 Kegunaan Penelitian ……………………………………………………. 7

1.5 Asumsi …………………………………………………………………….. 8

1.6 Hipotesis ……………………………………………………………………. 9

1.7 Metode Penelitian …………………………………………………….. 10

1.8 Lokasi dan Sampel Penelitian ………………………………………….. 11

BAB II KREATIVITAS DAN LATAR BELAKANG DEMOGRAFI …………. 12

2.1 Masa Anak Sekolah ……………………………………………………….. 12

2.2 Tugas Perkembangan Anak Akhir ………………………………….. 13

2.3 Kreativitas ……………………………………………………………. 14

2.3.1 Pengertian Kreativitas ……………………………………….. 14

2.3.2 Kreativitas Verbal ……………………………………………….. 21

2.3.3 Ciri-ciri perilaku siswa kreatif ………………………………….. 22

2.3.4 Faktor yang menghambat kreativitas ……………………….. 27

2.3.5 Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kreativitas ….. 28

2.4 Pengertian Demografi …………………………………………………….. 30

2.5 Jenis Kelamin ………………………………………………………… 31

2.5.1 Pengertian Jenis Kelamin …………………………………………. 31

2.5.2 Perbedaan antara Laki-laki dan Perempuan ……………… 32

2.6 Pengertian Status sosial ekonomi ……………………………. 34

2.7 Penelitian Terdahulu …………………………………………. 35

BAB III METODE PENELITIAN ………………………………….. 37

3.1 Desain Penelitian ………………………………………………….. 37

3.2 Definisi Operasional Variabel ………………………………….. 38

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ………………………………….. 39

3.4 Instrumen Penelitian …………………………………………… 39

3.4.1 Teknik Skoring Instrumen …………………………………….. 42

3.5 Teknik Analisis Data …………………………………………….. 44

3.5.1 Uji Hipotesis Dua Sampel Independen …………………….. 44

3.5.2 Uji Hipotesis Tiga Sampel Independen ……………………… 46

3.6 Prosedur Penelitian ………………………………………………… 47

3.6.1 Teknik Pengumpulan Data ………………………………. 47

3.6.2 Proses Pelaksanaan Penelitian ………………………….. 48

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ……………….. 49

4.1 Hasil Penelitian …………………………………………… 49

4.2 Pembahasan ……………………………………………….. 60

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI …………. 68

5.1 Kesimpulan ……………………………………………………………. 68

5.2 Rekomendasi ………………………………………………… 69

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………… 72

LAMPIRAN-LAMPIRAN

A. INSTRUMEN PENELITIAN ……………………………….. L-1

B. ANALISIS STATISTIKA …………………………………………… L-3

C. DOKUMEN HASIL PENELITIAN …………………………. L-7

DAFTAR TABEL

Tabel

4.1 Kategori Skor Kreativitas Verbal …………………………………… 49

4.2 Skor Kreativitas Verbal Anak Perempuan …………………………. 50

4.3 Skor Kreativitas Verbal Anak Laki-laki …………………………… 51

4.4 T-test: Two-Sample Assuming Equal Variances ………………. 54

4.5 Skor Kreativitas Verbal Anak Berstatus ekonomi orangtuanya rendah …… 55

4.6 Skor Kreativitas Verbal Anak Berstatus ekonomi orangtuanya sedang …… 56

4.7 Skor Kreativitas Verbal Anak Berstatus ekonomi orangtuanya tinggi …….. 57

DAFTAR GRAFIK

Grafik

4.1 Skor Kreativitas Verbal Anak Perempuan ……………………. 50

4.2 Skor Kreativitas Verbal Anak Laki-laki ……………………… 52

4.3 Perbedaan Mean Kreativitas Verbal Anak Laki-laki dan Perempuan ………. 53

4.4 Skor Kreativitas Verbal Anak Berstatus ekonomi orangtuanya rendah ……. 55

4.5 Skor Kreativitas Verbal Anak Berstatus ekonomi orangtuanya sedang ……. 56

4.6 Skor Kreativitas Verbal Anak Berstatus ekonomi orangtuanya tinggi …….. 57

4.7 Perbedaan Mean Kreativitas Verbal Anak

Berdasarkan Status Ekonomi Orang Tua ……………………….. 53

C. Kesimpulan

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 Kesimpulan

Secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kreativitas verbal anak laki-laki dengan anak perempuan kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung dan juga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kreativitas verbal anak kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung ditinjau dari status ekonomi orang tuanya. Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin anak dan status ekonomi orang tua bukan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kreativitas verbal seorang anak.

Secara spesifik, kesimpulan penelitian akan diuraikan berikut ini:

1. Anak perempuan dan anak laki-laki kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung memiliki tingkat kemampuan kreativitas verbal yang cukup baik.

2. Tingkat kreativitas verbal anak kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung yang status ekonomi orangtuanya rendah, sedang, dan tinggi memiliki kemampuan yang cukup baik pula.

5.2 Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, berikut merupakan rekomendasi dari hasil penelitian:

1. Bagi orang tua:

a. Orang tua sebaiknya harus menciptakan iklim kehidupan keluarga yang kondusif dengan lebih mementingkan pola asuh/perlakuan yang tepat terhadap anaknya untuk mengembangkan potensi kreatif anak, serta dapat memberikan kebutuhan psikologis yang tepat untuk perkembangan anak.

b. Memberi sikap positif seperti perhatian, dukungan, dan sikap empati yang akan menguatkan semangat anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang kreatif.

c. Orang tua hendaknya menciptakan stimulasi yang baik di lingkungan sekitarnya, karena faktor lingkungan yang kondusif akan mampu merangsang tumbuh kembangnya potensi kreatif anak.

2. Bagi guru di sekolah:

a. Agar dapat membuat program pengajaran yang lebih baik lagi dengan lebih mengembangkan cara mengajar dalam suasana yang menyenangkan sehingga tercipta iklim belajar yang kondusif di kelas.

b. Guru harus mempunyai karakteristik perilaku yang demokratis untuk mengembangkan kemampuan kreatif siswanya.

c. Guru dapat mendorong siswa untuk mempunyai motivasi intrinsik sehingga dapat menumbuhkan kreativitasnya.

3. Bagi sekolah:

a. Mengembangkan kurikulum dan sistem pengajaran yang dapat menggali potensi kreativitas anak.

b. Mempunyai bahan pendidikan yang beragam dalam jumlah yang banyak sehingga memungkinkan para siswa melakukan banyak kegiatan dan eksperimen.

c. Menggunakan model pendidikan yang modern, tidak kaku, dan tidak ada tekanan terhadap kinerja siswa dan lebih banyak pada perhatian individual.

4. Bagi peneliti lanjutan:

a. Penelitian ini perlu dilanjutkan kembali dengan menggunakan sampel yang lebih banyak lagi, mengingat sampel yang digunakan dalam penelitian ini masih terbatas.

b. Peneliti lain perlu melakukan pengujian kepada sampel dengan subyek yang berbeda karakteristiknya misalnya kepada anak yang usianya lebih tinggi yaitu anak SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi atau bahkan terhadap anak TK, sehingga hasil yang didapat lebih bervariasi dan dapat mengetahui apakah usia anak dapat mempengaruhi kreativitas.

c. Peneliti lain perlu menggali hubungan antara kreativitas dengan variabel psikologi lainnya seperti pola asuh orang tua, inteligensi anak, dan lain sebagainya sehingga dapat lebih mengetahui faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kreativitas pada anak.

d. Mengingat penelitian ini bersifat komparatif, bagi peneliti lanjutan dapat juga melakukan penelitian yang bersifat eksperimental yaitu penelitian dengan menerapkan suatu metode tertentu yang dapat meningkatkan kreativitas anak.

e. Peneliti lanjutan, dapat juga melakukan penelitian longitudinal, yaitu dengan meneliti tingkat kreativitas anak dalam jangka waktu yang panjang dimulai dari usia dini sampai anak itu berusia dewasa sehingga dapat diketahui apakah perubahan usia anak mempengaruhi tingkat kreativitasnya atau tidak.

f. Penelitian ini juga dapat dikembangkan di berbagai daerah lainnya dengan membandingkan kreativitas seseorang yang berbeda latar belakang budayanya (cross culture), sehingga dapat terlihat apakah tingkat kreativitas dapat dipengaruhi oleh budaya ataukah tidak.

D. Ringkasan

Abstract

COMPARISON OF VERBAL CREATIVITY OF ELEMENTARY STUDENTS BASED ON DEMOGRAPHIC VARIABLES

Eva Nur Ardiani

Vina Adriany

Euis Kurniati.

The purpose of this research is to study comparisons of verbal creativity of elementary school students based on demographic variabels, sex and parent`s outcome. Participants of this study are 40 elementary school students of SD Hikmah Teladan Bandung. This research is ex post facto research and use Munandar`s verbal creativity tests as a instrument. Statistical analysis use independent T-test and one way analysis of variance. Students with different sexes and different parent`s outcomes have equal degree of verbal creativity (Sex: t stat = 0.544 < t crit = 2.711 . Parents`s outcome: Fo = 1.128 < Fc = 5.229)

Key words: verbal creativity, elementary school students, sex, parent`s outcome.

____________________________

1. Student of psychology department, faculty of education, Indonesia University of Education

2. Faculty of education, Indonesia University of Education

3. Faculty of education, Indonesia University of Education

A. Latar Belakang Penelitian

Faktor yang dianggap penting turut mempengaruhi perkembangan kreativitas yaitu diantaranya adalah faktor jenis kelamin (Hurlock, 1990; Munandar, 1999). Anak laki-laki menunjukkan kreativitas yang lebih besar dari anak-anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Untuk sebagian besar hal ini disebabkan oleh perbedaan perlakuan terhadap anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki lebih diberi kesempatan untuk mandiri, didesak oleh teman sebayanya untuk lebih mengambil resiko, dan didorong oleh orang tua dan guru untuk lebih menunjukkan inisiatif dan orisinalitas (Hurlock, 1990). Sedangkan dari penelitian mengenai perbedaan kemampuan antara laki-laki dan perempuan yang dilakukan oleh Stanley (Munandar, 1999) mengungkapkan bahwa anak perempuan melebihi anak laki-laki dalam kemampuan verbal, berpikir divergen verbal, dan dalam kecerdasan umum, sedangkan anak laki-laki melebihi anak perempuan dalam kemampuan kuantitatif dan visual-spasial, kemudian anak perempuan pada umumnya mencapai nilai lebih tinggi pada tes prestasi, lebih sedikit mengulang kelas, dan kurang menimbulkan masalah di dalam kelas. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Munandar pada tahun 1977 di daerah Jakarta dan Cianjur terhadap siswa SD dan SMP, hasilnya tidak ditemukan perbedaan yang nyata antara siswa perempuan dan siswa laki-laki pada tes inteligensi, kreativitas, daya ingatan, dan prestasi sekolah, namun hal ini perlu diteliti lebih lanjut untuk daerah di luar Jakarta dan Cianjur. Dari pernyataan tersebut, penulis ingin meneliti lebih lanjut apakah benar terdapat perbedaan yang signifikan mengenai kreativitas verbal anak laki-laki dan perempuan pada anak usia sekolah dasar ataukah tidak, apakah faktor jenis kelamin dapat mempengaruhi kreativitas verbal seseorang ataukah tidak, karena pada saat sekarang ini perempuan sudah dapat dikatakan setara dengan laki-laki dalam hal kemampuan, peran sosial, dan lain sebagainya.

Faktor status ekonomi pun disebut-sebut dapat mempengaruhi perkembangan kreativitas seseorang (Hurlock, 1990). Anak dari kelompok status ekonomi yang lebih tinggi cenderung lebih kreatif dari anak kelompok status ekonomi yang rendah. Seseorang yang berasal dari kelompok status ekonomi yang lebih tinggi diberikan banyak kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan bagi kreativitas. Mereka lebih banyak diberikan fasilitas yang memadai untuk mengembangkan kreativitasnya (Hurlock, 1990). Dari pernyataan tersebut penulis pun tertarik ingin mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini, apakah anak yang berada pada status ekonomi orang tuanya yang sedang dan rendah tidak dapat meningkatkan kemampuan kreativitasnya.

Walaupun sudah cukup banyak penelitian mengenai perbedaan kreativitas seseorang ditinjau dari latar belakang demografinya, akan tetapi masih sangat sedikit penelitian mengenai kreativitas verbal yang dilakukan pada anak usia sekolah dasar khususnya yang ada di daerah Bandung ini, sehingga penulis tertarik melakukan penelitian mengenai perbandingan kreativitas verbal pada anak usia sekolah dasar yang memfokuskan pada perbedaan jenis kelamin anak dan status ekonomi orang tuanya.

B. Kajian Pustaka

Menurut Guilford (Munandar, 1992), kreativitas itu sebagai suatu kemampuan seseorang yang mencerminkan karakteristik dari orang-orang kreatif. Berdasarkan analisis faktor Guilford mengemukakan empat buah sifat yang menjadi ciri berpikir kreatif, yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (fleksibility), keaslian (orisinality), dan penguraian (elaboration). Kelancaran adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan, keluwesan adalah kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah, orisinalitas adalah kemampuan mencetuskan gagasan-gagasan dengan cara yang asli, tidak klise, elaborasi adalah kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara rinci. Keunggulan dari bentuk verbal adalah karena simbol verbal dan kata-kata mudah dimanipulasi secara mekanik, seperti diputar balik, dipotong-potong maupun digabung (Dewey dalam McCann, 1999). Untuk bentuk figural keunggulannya adalah bentuk ini lebih bebas budaya (McCann, 1999). Selain itu, ada beberapa kegiatan yang terkait dengan dua bentuk kreativitas ini, misalnya drama dan bermain peran. Kreativitas verbal maupun figural sama-sama memiliki empat faktor kemampuan dalam berpikir kreatif, yaitu fluency, flexibility, elaboration dan originality. Faktor-faktor inilah yang kemudian digunakan untuk menyusun tes kreativitas bentuk verbal dan tes kreativitas bentuk figural.

C. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis bermaksud untuk menyelidiki mengenai perbedaan tingkat kreativitas verbal antara anak laki-laki dan perempuan, serta menyelidiki perbedaan tingkat kreativitas verbal pada anak yang status ekonomi orang tuanya tinggi, sedang, dan rendah. Dengan demikian maka rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode komparatif atau ex post facto. Terdapat dua model komparasi dalam penelitian ini, yaitu komparasi antara dua sampel (laki-laki dan perempuan) dan komparasi antara tiga sampel (anak yang status ekonomi orang tuanya tinggi, sedang, dan rendah). Selanjutnya dua model komparasi tersebut termasuk jenis sampel yang tidak berkorelasi (sampel independen). Teknik analisisnya menggunakan t-test dan ANOVA one way dengan sampel independen (sampel tidak berkorelasi).

D. Hasil Penelitian

Kategori skor tes kreativitas dengan subjek 40 orang, dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut:

Tabel 1.1

Kategori Skor Tes Kreativitas Verbal

Kategorisasi

Distribusi

Jumlah

Persentase

Tinggi

231 X

4

10%

Sedang

170 X <231

22

55%

Rendah

X<170

14

35%

Jumlah

40

100%

Terlihat dari tabel 1.1 bahwa 10% subjek memiliki tingkat kreativitas tinggi, 55% subjek memiliki tingkat kreativitas sedang, dan 35% subjek memiliki tingkat kreativitas rendah. Dapat dikatakan, bahwa sebagian besar subjek berada pada tingkat kreativitas sedang.

1. Tingkat Kreativitas Verbal Anak Perempuan Kelas Enam di SD Hikmah Teladan Bandung

Berikut akan diperlihatkan tabel dan grafik mengenai hasil skor kreativitas verbal anak perempuan kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung:

Tabel 1.2

Skor Kreativitas Verbal Anak Perempuan

Subyek

Skor

Subyek

Skor

1

214

11

238

2

198

12

195

3

193

13

172

4

175

14

191

5

168

15

197

6

141

16

202

7

122

17

165

8

175

18

127

9

193

19

155

10

183

20

175

Setelah dilakukan penghitungan dengan memakai Ms.Excel maka didapat rata-rata (Mean) dari skor kreativitas verbal anak perempuan kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung yaitu sebesar 178,95 sedangkan standar deviasinya (simpangan baku) sebesar 28,205.

Berdasarkan kategorisasi skor tes kreativitas verbal pada tabel 1.1, maka tingkat kreativitas verbal anak perempuan kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung berada pada kategori sedang/cukup baik.

2. Tingkat Kreativitas Verbal Anak Laki-Laki Kelas Enam di SD Hikmah Teladan Bandung

Berikut akan diperlihatkan tabel dan grafik mengenai hasil skor kreativitas verbal anak laki-laki kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung:

Tabel 1.3

Skor Kreativitas Verbal Anak Laki-laki

Subyek

Skor

Subyek

Skor

1

222

11

158

2

141

12

119

3

185

13

110

4

246

14

167

5

291

15

175

6

159

16

251

7

206

17

201

8

176

18

136

9

224

19

203

10

191

20

150

Setelah dilakukan penghitungan dengan memakai Ms.Excel maka didapat rata-rata (Mean) dari skor kreativitas verbal anak laki-laki kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung yaitu sebesar 185,55 sedangkan standar deviasinya (simpangan baku) sebesar 46,28.

Berdasarkan kategorisasi skor tes kreativitas verbal pada tabel 1.1, maka tingkat kreativitas verbal anak laki-laki kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung berada pada kategori sedang/cukup baik.

3. Perbedaan Tingkat Kreativitas Verbal Anak Laki-Laki Dengan Anak Perempuan Kelas Enam di SD Hikmah Teladan Bandung

Berikut akan diperlihatkan grafik mengenai perbedaan rata-rata tingkat kreativitas verbal anak laki-laki dengan anak perempuan kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung:

Grafik 1.1

Perbedaan Mean Kreativitas Verbal Anak Laki-laki dan Perempuan

Berikut hasil dari perhitungan t-test dengan menggunakan Ms.Excel:

Tabel 1.4

t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances

Skor Pria

Skor Perempuan

Mean

185.55

178.95

Variance

2142.4711

795.5236842

Standar Deviasi

46.28683455

28.20502941

Observations

20

20

df

38

t Stat

0.5445446

P(T<=t) two-tail

0.5892483

t Critical two-tail

2.7115576

Berdasarkan tabel diatas, didapat hasil t hitung = 0,544 dan t tabel = 2,711

Jika t hitung lebih kecil dari t tabel (t hit < t tab) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Ternyata t hitung lebih lebih kecil dari t tabel (0,544 < 2,711) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kreativitas verbal anak laki-laki dengan anak perempuan kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung.

4. Tingkat Kreativitas Verbal Anak Kelas Enam di SD Hikmah Teladan Bandung Berdasarkan Status Ekonomi Orangtuanya yang Rendah

Berikut akan diperlihatkan tabel dan grafik mengenai hasil skor kreativitas verbal anak yang berstatus ekonomi orangtuanya rendah di SD Hikmah Teladan Bandung:

Tabel 1.5

Skor Kreativitas Verbal Anak Berstatus Ekonomi Orangtuanya Rendah

Subyek

Skor

1

206

2

176

3

150

4

193

5

141

6

155

Setelah dilakukan penghitungan dengan memakai Ms.Excel maka didapat rata-rata (Mean) dari skor kreativitas verbal anak kelas enam yang status ekonomi orangtuanya rendah di SD Hikmah Teladan Bandung yaitu sebesar 170,167 sedangkan standar deviasinya (simpangan baku) sebesar 25,79.

Berdasarkan kategorisasi skor tes kreativitas verbal pada tabel 1.1, maka tingkat kreativitas verbal anak berstatus ekonomi orangtuanya rendah di kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung berada pada kategori sedang/cukup baik.

5. Tingkat Kreativitas Verbal Anak Kelas Enam di SD Hikmah Teladan Bandung Berdasarkan Status Ekonomi Orangtuanya yang Sedang

Berikut akan diperlihatkan tabel mengenai hasil skor kreativitas verbal anak yang berstatus ekonomi orangtuanya sedang di SD Hikmah Teladan Bandung:

Tabel 1.6

Skor Kreativitas Verbal Anak Berstatus ekonomi orangtuanya sedang

Subyek

Skor

Subyek

Skor

1

222

11

214

2

141

12

198

3

185

13

168

4

246

14

122

5

159

15

175

6

224

16

193

7

191

17

183

8

158

18

197

9

110

19

165

10

175

20

127

Setelah dilakukan penghitungan dengan memakai Ms.Excel maka didapat rata-rata (Mean) dari skor kreativitas verbal anak kelas enam yang status ekonomi orangtuanya sedang di SD Hikmah Teladan Bandung yaitu sebesar 177,65 sedangkan standar deviasinya (simpangan baku) sebesar 35,52.

Berdasarkan kategorisasi skor tes kreativitas verbal pada tabel 1.1, maka tingkat kreativitas verbal anak berstatus ekonomi orangtuanya sedang di kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung berada pada kategori cukup baik.

6. Tingkat Kreativitas Verbal Anak Kelas Enam di SD Hikmah Teladan Bandung Berdasarkan Status Ekonomi Orangtuanya yang Tinggi

Berikut akan diperlihatkan tabel mengenai hasil skor kreativitas verbal anak yang berstatus ekonomi orangtuanya tinggi di SD Hikmah Teladan Bandung:

Tabel 1.7

Skor Kreativitas Verbal Anak Berstatus ekonomi orangtuanya tinggi

Subyek

Skor

Subyek

Skor

1

291

8

175

2

119

9

238

3

167

10

195

4

251

11

172

5

201

12

191

6

136

13

202

7

203

14

175

Setelah dilakukan penghitungan dengan memakai Ms.Excel maka didapat rata-rata (Mean) dari skor kreativitas verbal anak kelas enam yang status ekonomi orangtuanya tinggi di SD Hikmah Teladan Bandung yaitu sebesar 194 sedangkan standar deviasinya (simpangan baku) sebesar 44.48.

Berdasarkan kategorisasi skor tes kreativitas verbal pada tabel 1.1, maka tingkat kreativitas verbal anak berstatus ekonomi orangtuanya tinggi di kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung berada pada kategori cukup baik.

7. Perbedaan Tingkat Kreativitas Verbal Anak Kelas Enam di SD Hikmah Teladan Bandung Ditinjau Dari Status Ekonomi Orang Tua

Berikut akan diperlihatkan grafik mengenai perbedaan rata-rata tingkat kreativitas verbal anak kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung ditinjau dari status ekonomi orangtuanya:

Grafik 1.2

Perbedaan Mean Kreativitas Verbal Anak

Berdasarkan Status Ekonomi Orang Tua

Berikut hasil dari perhitungan annova dengan menggunakan Ms.Excel:

Tabel 1.8

Annova One-Way

Source of Variation

df

F

F crit

Between Groups

2

1.1276516

5.229021865

Within Groups

37

Total

39

Berdasarkan tabel diatas, didapat hasil F hitung = 1,127 dan F tabel = 5,229

Jika F hitung lebih kecil dari F tabel (Fh < Ft) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Ternyata F hitung lebih lebih kecil dari F tabel (1,127 < 5,229) maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Hal ini berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kreativitas verbal anak kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung ditinjau dari status ekonomi orang tua.

E. Pembahasan

1. Perbedaan Tingkat Kreativitas Verbal Anak Laki-Laki Dengan Anak Perempuan Kelas Enam di SD Hikmah Teladan Bandung

Perbandingan skor tingkat kreativitas verbal anak perempuan dengan skor tingkat kreativitas verbal anak laki-laki yang di uji dengan t-test menunjukkan hasil tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kreativitas verbal anak perempuan dengan tingkat kreativitas verbal anak lak-laki kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung. Hasil ini membuktikan bahwa faktor jenis kelamin tidak membedakan siswa kelas enam di SD Hikmah Teladan dalam hal kemampuan kreativitas verbalnya dan bukan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kreativitas verbal seseorang. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Munandar pada tahun 1977 terhadap siswa SD dan SMP, bahwa tidak ditemukan perbedaan yang nyata antara siswa perempuan dan siswa laki-laki dalam hal kreativitas (Munandar, 1999). Begitupun penelitian yang dilakukan oleh Dacey dalam Munandar (1999) mengenai karakteristik keluarga kreatif menunjukkan bahwa tidak tampak perbedaan antara jenis kelamin dalam skor kreativitas. Csikszentmihalyi dalam Safaria (2005) mengungkapkan salah satu ciri individu kreatif yaitu individu tersebut memiliki kecenderungan androgini, yaitu mereka mampu melepaskan diri dari stereotipe gender (maskulin-feminim), artinya bahwa perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama dalam mengembangkan potensi kreativitasnya tanpa melihat perbedaan jenis kelamin.

2. Perbedaan Tingkat Kreativitas Verbal Anak Kelas Enam di SD Hikmah Teladan Bandung Ditinjau Dari Status Ekonomi Orang Tua

Perbandingan skor tingkat kreativitas verbal anak yang berstatus ekonomi rendah, sedang, dan tinggi yang diuji dengan menggunakan Annova one way menunjukkan hasil tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kreativitas verbal anak kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung ditinjau dari status ekonomi orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat status ekonomi orang tua di SD Hikmah Teladan tidak mempengaruhi tingkat kreativitas verbal pada siswanya. Anak yang berada dalam tingkat status ekonomi manapun tidak mempunyai perbedaan yang signifikan mengenai kemampuan kreativitas verbalnya. Dengan demikian penelitian ini membuktikan bahwa faktor status ekonomi pada siswa kelas enam di SD Hikmah Teladan bukan merupakan faktor yang menghambat kreativitas verbal seseorang. Supriadi (1994) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa tingkat penghasilan orang tua tidak serta merta menjadi faktor penentu berkembangnya kreativitas anak karena faktor itu tidak dengan sendirinya membuat keilmuan anak tumbuh tanpa diimbangi oleh terciptanya iklim kehidupan keluarga yang baik.

F. Kesimpulan

Secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kreativitas verbal anak laki-laki dengan anak perempuan kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung dan juga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kreativitas verbal anak kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung ditinjau dari status ekonomi orang tuanya.

Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin anak dan status ekonomi orang tua bukan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kreativitas verbal seorang anak.

Secara spesifik, kesimpulan penelitian akan diuraikan berikut ini:

1. Anak perempuan dan anak laki-laki kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung memiliki tingkat kemampuan kreativitas verbal yang cukup baik.

2. Tingkat kreativitas verbal anak kelas enam di SD Hikmah Teladan Bandung yang status ekonomi orangtuanya rendah, sedang, dan tinggi memiliki kemampuan yang cukup baik pula.

G. Daftar Pustaka

Hurlock, E. (1990). Perkembangan Anak. Terjemahan Meitasari. Jakarta: Erlangga

McCann, M. (1999). The creativity/IQ interface: Old answer and some new questions. (Online). Tersedia: www.cpsimoes.net/artigos/art_creat_iq.html

Munandar, U. (1992a). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: Grasindo.

Munandar, U. (1999b). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: PT Rineka Cipta

Safaria, T. (2005). Creativity Quotient. Yogyakarta: Platinum

Supriadi, D. (1994). Kreativitas, Kebudayaan dan Perkembangan Iptek. Bandung: Alfabeta

Categories: MuridKusekolah, SekolahKu
  1. 'Abidah
    March 13, 2009 at 6:53 am

    askum … penelitian tentang kreativitas memang menarik, saya saat ini juga sedang mengerjakan thesis tentang kreativitas, tapi sangat kesulitan dengan metode penelitiannya, refrensi Standarisasi Tes Kreativitas Verbal + Figural karya Utami Munandar juga belum ketemu. apalagi melihat daftar pustaka Anda ada Creativity Question saya sangat tertarik, tapi buku2 tersebut blm bisa saya temukan. Atas nama keilmuan, mohon menghubungi saya jika memiliki refrensi tersebut. trmksh.

  2. Eva Nur Ardiani
    March 16, 2009 at 7:27 am

    walaikum salam…untuk Tes Kreativitas Verbal, Anda bisa menggunakan dan memesannya di Laboratorium Fakultas Psikologi UI, bisa kirim via pos namun ketika itu harus atas nama lembaga Psikologi tmpat universitas saya berada, nah pada saat itu saya berkoordinasi dengan Lab Psikologi UPI untuk menggunakan alat tes itu sehingga mereka memfasilitasi saya untuk menggunakannya dan saya diberikan lengkap dengan buku manualnya. Nah untuk lebih jelasnya mengenai alat tes itu terdapat di buku:
    Munandar, U. (1999). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: PT Rineka Cipta yang insya Allah mudah didapatkan di toko buku manapun. Kemudian buku CQ, saya meminjamnya di buku milik teman saya. Saya kira di perpus kampus UGM ada ko, dan di perpus lain yang universitasnya ada fakultas Psikologinya, begitu…trims..

  3. vina febriyani ginting
    April 29, 2009 at 4:48 am

    teteh,, vina butuh skripsi teteh yang lengkapnya,, coz buat mata kuliah metlit,, vina milih skripsi teteh,, boleh minta soft copynya teh?? bab 2,3,4. thx b4 teh,, tapi kalo gak ngerepotin teteh ya,,

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: