Home > Kurikulum Esdehate, MuridKusekolah > Alasan Anak Kelas 1 Menyukai Teman (1)

Alasan Anak Kelas 1 Menyukai Teman (1)

Pertanyaan no.2 ulangan akhir semester tahun ajaran 2008/2009 mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas-1:

Tulis nama seorang teman yang kamu suka. Kamu menyukainya karena…

Jawaban Kelas-1 Badar

1. Faisal karena ganteng; 2. Dinda gambarnya bagus sekali; 3. Alya Amira karena imut; 4. Ikram karena baik, pintar; 5. Hafiz karena sejemputan; 6. Rahma karena baik; 7. Faros karena selalu mengajak main, mengasih uang; 8. Ikram karena pintar; 9. Faros karena suka main bola sama Faros; 10. Risa karena selalu membawa mainan; 11. Malvin karena senang; 12. Akmal karena mengasih uang; 13. Farros karena baik, 14. Bintang karena suka main bola; 15. Naufal karena baik; 16. Silvi Tugo karena Silvi duduk di sebelah aku, akupun jadi punya teman pertama; 17. Yoga karena baik; 18. Alya Amira karena dia sangat cantik; 19. Syafira karena TKnya sama dan SDnya sama terus ada di buku album kenang-kenangan; 20. Hafiz suka main denganku; 21. Dinda karena tulisannya bagus; 22. Iqbal Akmal Aul karena baik ngajak main; 23. Andra karena baik; 24. Dinda karena selalu diajak main; 25. Dinda karena baik; 26. Dinda karena bagus; 27. Dinda dan Anisa karena gambarnya bagus.

Jawaban “Silvi Tugo karena Silvi duduk di sebelah aku, akupun jadi punya teman pertama” menjadi contoh betapa luasnya spektrum nilai, juga peristiwa yang dapat menjadi alasan pertemanan bagi seorang anak. Demikian juga bahwa “Dinda karena tulisannya bagus” dinyatakan seorang anak sebagai alasan menyukai teman, menunjukkan betapa mudahnya menjalin pertemanan itu. (Mungkin, di sekolah yang memberikan kenyamanan kepada anak-anak untuk mengekspresikan diri) segala yang alamiah dari seorang anak punya peluang untuk mendorong ikatan pertemanan. Anak-anak tidak perlu dipermak. Terutama, anak-anak tidak perlu dijejali dengan nilai-nilai moral, berbagai anjuran, berbagai peraturan.

Informasi yang Aneh

Siapa Dinda? Anaknya pendiam dan mahal senyum. Anak dengan nama lengkap Dinda Rizka Fauziah, mungkin disukai karena kemampuan ‘akademik’ yang baik. Pada saat saya menengoknya di kelas, ia belajar serius. Padahal keumumannya anak-anak bermain sambil belajar, atau setidaknya rileks lah kalau belajar. Apakah ini artinya prestasi akademik menjadi alasan seorang anak lebih disukai?

Anak kedua terbanyak yang dipilih teman sekelas adalah Farros Fauzan. Anak ini termasuk 3 anak yang belum bisa membaca dengan baik. Ini mengejutkan dan membuat kita memastikan bahwa prestasi akademik hanya salah satu kemungkinan. Farros membuktikan kemungkinan ini tidak lebih mungkin dari yang lain.

Di sekolah dengan orientasi akademis kuat, tentu saja Dinda akan cenderung sangat disukai dan Farros cenderung tidak disukai. Demikian pula, para ‘Dinda’ lah yang mendapat kesempatan untuk muncul. Secara sosial para ‘Dinda’ memang punya alasan kuat untuk mendominasi. Ini memang resiko dari sekolah berorientasi akademik.

Saya bertanya kepada guru kelas 1 Badar beberapa anak yang dikenal sebagai biang masalah. Sungguh mengejutkan, salah satu nama adalah anak yang menempati peringkat ke-3 dipilih sebagai teman yang disukai. Ini perlu diteliti lebih jauh. Namun tetap kita dapat menyatakan betapa beragamnya hal yang mendorong pertemanan itu. Mungkin, bahkan untuk hal-hal yang dalam penilaian kita buruk. Apa yang harus kita lakukan bila kenyataannya demikian?

Merubah Strategi Umum

Jawaban soal terbuka sebaiknya dipresentasikan. Pada kasus kita ternyata ada 14 anak dari keseluruhan 31 anak yang tidak ditunjuk sebagai teman yang disukai. 9 di antaranya perempuan. Sebagian besar dari anak-anak ini adalah anak yang biasa-biasa. Yang biasa-biasa bisa berarti tidak menonjol (baik dalam pengertian positif maupun negatif), tidak bermasalah, tidak jelek atau kelewat cantik, tidak pelit tidak boros, sederhana, ya, yang sedang-sedang saja.

“Sedang-sedang saja” tentu perlu kita jaga dan tidak perlu dipermasalahkan. Sebab itu, tidak bisa lagi kita mempersilahkan setiap anak untuk maju ke depan kelas dan menceritakan jawabannya. Bila ini dilakukan sama saja dengan menunjukkan secara terbuka bahwa 14 anak tersebut tidak memiliki kepantasan untuk disukai sebagai teman. Sekalipun kebanyakan anak tidak akan peduli atau ngeh dengan berita ini, bahwa mungkin salah satu dari mereka akan ngeh, sudah cukup untuk memastikan kita tidak melakukannya. Kita perlu merubah strategi.

Salah satu strategi terdekat adalah dengan menghilangkan nama yang disebutkan. Guru cukup berfokus pada mudah, banyak, dan beragamnya alasan mendorong kita menyukai seorang teman. “Ada yang karena…” sebutkan semua jawaban dengan sedikit perubahan redaksi. Kita juga bisa dalam suasana yang ‘riuh’ meminta anak-anak mengungkapkan alasan-alasan yang lain. Bila ini dilakukan, beri kemudahan yang lebih kepada ke 14 anak untuk bersuara.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: