Home > Kurikulum Esdehate, MuridKusekolah > Kepala Sekolah Melawan Tuhan

Kepala Sekolah Melawan Tuhan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sebel artinya mendongkol (karena tidak senang, kecewa, dsb); kesal hati; sebal. Sebel juga berarti senang betul. Ini sih menurut singkatan yang dipaksakan. Dalam kisah pendek berikut kalian diajak untuk menilai, pengertian sebel manakah yang cocok untuk menggambarkan perasaan gurumu.

Kisahnya tentang temanmu di kelas 4 bersama gurunya. Seperti kamu semua, temanmu ini istimewa. Istimewanya karena sangat pintar ia jadi malas belajar, belajar seenaknya, belajar dengan cara yang paling disukainya. Karena yang cara belajar yang disukainya beda sendiri, ia kerap dianggap bermasalah dan seringnya belajar sendiri.

Benar lho ada teman kita yang akan menyerap pelajaran dengan jauh lebih baik kalau ia belajar sambil bergerak, alias tidak bisa duduk lama atau sambil jalan-jalan; yang lainnya ada juga yang sambil ngoceh. Kebayang lah ini bisa membuat kebanyakan dari kamu terganggu dan guru direpotkan. Pada temanmu, ia akhirnya memang banyak belajar sendiri. Ah, sudah dipastikan, gurumu akan mencari berbagai cara agar anaknya kembali banyak di kelas belajar bersama atau melakukan kegiatan bersama.

Di SD Hikmah Teladan salah satu kegiatan bersama adalah salat berjamaah. Di awal kegiatan belajar kita selalu berjamah salat dzuha. Nah temanmu yang senang menyendiri tidak mau salat dzuha; sementara sang guru sangat ingin dengan salat dzuha berjamaah, anaknya senang kembali belajar bersama-sama di kelas. Inilah dialog di antara mereka berdoa, saat yang lain bergegas ke masjid.

Guru: Ayo, ke masjid. Temanmu semua ke masjid.

Anak: Gak mau.

Guru: Ayo, kan kelas 4 salatnya harus di masjid.

Anak: Kok harus. Kan itu salat sunat.

Sang guru bingung. Kembali terulang dialog yang kerap memojokannya. Wajar memang membingungkan ada kewajiban untuk berjamaah salat dzuha, padahal jelas-jelas salatnya sendiri sunah.

Anak: Siapa yang mengharuskannya?

Guru: Kepala sekolah.

Anak: Bisa-bisanya ya kepala sekolah melawan Tuhan.

Duhai, jawabanmu Nak. Beruntung salat berjamaah selesai dan si anak kabur. Hai, tahu-tidak kalian?! Gurumu sebel. “Ih, sebel deh!” katanya diikuti derai tawa kami, teman-teman sesama guru.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: