Home > SekolahKu > Doa untuk Para Calon PNS

Doa untuk Para Calon PNS

Sejak istriku mengajar kembali di UNSRI, aku terbiasa bangun dini hari. Hari ini aku bangun pukul 02.00. Ada beberapa ibadah yang sangat sulit kukerjakan, kini sesekali dapat kukerjakan: salat malam dan mengingat kembali lelakon sang aku.

Menjejak ajaran Fatimah sang putri Nabi SAW yang berpanjang-panjang berdoa untuk yang lain, yang kadang waktu yang dimiliki tak mencukupinya untuk sampai pada mendoakan diri sendiri dan keluarga, aku senang kalau ada teman yang memintakan aku mendoakannya. Tadi setelah salat malam, kudoakanlah teman-teman guru SD Hikmah Teladan yang sudah dan akan mengikuti test penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS); doa untuk temanku yang sedang menyelesaikan S2 di Cambridge; dan doa untuk istriku yang semoga jadi wanita karier sebagaimana diidamkan Imam Khomeini yang tulisannya kubaca di salah satu web. 

Penular Virus SD Hikmah Teladan

Kalau yang tercatat, berarti mereka memberitahukan, mengikuti test CPNS ada 23 guru, wajar saja kami sedikit meributkan. Pengalaman tahun 2005, banyaknya jumlah guru yang ikut test membuat banyak kelas kehilangan guru dan orangtua pun protes. Angka 23 dipastikan berdampak lebih seru dari tahun 2005. Ketika seorang guru yang termasuk di antara 23 guru memberitahukan bahwa ada sekitar 80% guru ikut test CPNS, maka diputuskan hari itu juga ada rapat yang melibatkan semua pihak.

Di sini, di SD Hikmah Teladan, tidak ada peraturan yang mengancam, tidak ada resiko pelanggaran yang membuat kami takut. Seperti anak-anak yang tetap ceria saat masuk sekolah sekalipun tidak pakai seragam, terlambat, tidak mengerjakan PR, tidak bawa buku yang sesuai daftar pelajaran, hari sebelumnya membuat ulah, atau apa pun; begitu juga guru-guru SD Hikmah Teladan. Kegembiraan mereka mengajar, kebaikan hati, keterlibatan yang mendalam dengan masalah anak-anak, semuanya semata karena kecintaan pada anak-anak; urusan hubungan mereka dengan manajemen, kadang kurang serius, kucing-kucingan, ah banyak akal lah.

Mungkin aku sudah mulai paham dengan teman-teman, jadi santai saja. Teman-teman di manajemen serius. Diceritakan tentang peraturan kepegawaian, dibeberkan banyaknya guru-guru yang mengurus pendaftaran dengan diam-diam, dituturkan lagi apa yang terjadi tahun 2005, dikisahkan juga bagaimana guru-guru yang tersisa dibikin heboh oleh banyaknya kelas yang harus disatroni, juga beban yang manajemen pikul untuk rekruitment ulang. Aku sendiri mengusulkan hari di waktu guru-guru ikut test CPNS diliburkan saja. Biar hari itu guru-guru yang test tidak terganggu konsentrasinya, sedangkan kami yang tersisa tidak merasa dibebani dan punya kesempatan membuka harapan dan doa agar teman-teman mendapat gaji yang lebih besar. Bagaimana dengan orangtua yang mengetahui anak-anaknya diliburkan karena alasan tersebut? Bayangkanlah bagaimana Gus Dur kalau menjawab pertanyaan.

Seperti anak SD Hikmah Teladan yang melanjutkan ke sekolah mana pun sangat mudah dikenali karakternya, aku berharap begitu juga guru-gurunya. Misalnya di sebuah sekolah Islam alternatif, kalau anak-anak lain aktif, anak-anak perempuan lulusan SD Hikmah Teladan tetap dibedakan: centil. Akhirnya bagiku, kenapa tidak untuk menjadikan SD Hikmah Teladan menjadi tempat melahirkan guru-guru yang berani melawan arus, memiliki kebanggaan diri, nakal alias berani mengusik kemapanan, dan menjadikan kecintaan kepada anak sebagai alasan terutama bagi keberadaannya sebagai pendidik. Cukup sampai melahirkan, bolehkan tempat lain yang membesarkan dan dibesarkannya. Kalau ini terasa muluk, aku rasa sudah hal yang lumayan kalau guru kami yang berpindah ke tempat lain, seperti anak-anak SD Hikmah Teladan, selalu senang mengenang sekolahnya.

Sekalipun Tak Biasa, Berjalanlah Seperti Biasa

Sejak rapat yang boleh lah disebut rapat luar biasa itu, hari ini sudah 8 hari setelahnya. Kau percaya lah kami memang menyelenggarakan sekolah seperti biasa. Semua yang dibicarakan, didiskusikan, riak-riak perlawanan, gosip, ya semuanya ada, ada seperti biasa. Entah siapa yang merasa diingatkan untuk bertindak proposional, entah siapa yang tersinggung, entah ada yang mendapat pembenaran, entah berapa orang yang menjadi serba salah, aku juga tidak tahu kenapa sampai beberapa guru memintaku mendoakan mereka.

Kemarin dari pukul 14.30-16.00 aku, kepala sekolah, dan semua guru yang terlibat di kelas 6, mengevaluasi semua yang sudah kami lakukan untuk anak-anak kelas 6. Wuih, aku senang dengan dedikasi guru-guru di kelas 6. Rapat tidak sampai selesai dan rencana dilanjutkan hari ini. Wuih, betapa hebatnya perjuangan guru-guru mengakat harkat anak-anak yang dibuang ke SD Hikmah Teladan oleh sekolah yang menyerah kalah punya harapan. Dan, kuberitahu, beberapa di antara mereka dalam beberapa hari ke depan akan mengikuti test CPNS.

Aku memohon teman-teman yang membaca tulisanku ini dapat turut serta memperkuat doa yang kupanjatkan.

Categories: SekolahKu
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: