Home > BukuKusekolah > Sebuah Masjid (1): 2 Khatib

Sebuah Masjid (1): 2 Khatib

Seperti biasa, adzan terlambat dikumandangkan. Mengatur makmum siswa memang tak mudah, apalagi di antara mereka ada anak-anak yang hyperaktif, authis, atau anak yang tanpa asal bertepuk tangan, tertawa-tawa, atau seperti burung beo bagi muadzin dan khotib. Ah, keributan dimungkinkan kok sama semua anak SDHT. Jangan terlalu serius lah. Yuk kita mulai.

Kan lagi puasa, tema khutbah pun tentang puasa dengan mengutip Al-Ghazali. Sampai kira-kira setengah jalan dari khutbah pertama, suasana seperti jumatan pada umumnya, kecuali seorang anak di barisan pertama yang mengulang-ulang duduk-berdiri. Namanya Yudhis. Anak authis yang belajar di kelas 3. Mengulang-ulang duduk-berdiri kayaknya sama dengan hobinya ke luar masuk perpustakaan atau kelas, jadi tak ada yang terganggu. Mungkin juga nama itu lekat dengan pemakluman.

Apakah kejadian ini juga akan dimaklum? Yudhis berdiri persis di depan mimbar. Tentu saja tak boleh ada yang melarang sesuai dengan ketentuan fiqh salat Jumat yang kerap diulang-ulang: mengingatkan sesama jama’ah baik lisan, tertulis, gerakan atau isyarat akan menghapus pahala salat Jumat. Khatib memaparkan 5 ciri orang yang berpuasa pada tingkatan khusus, “… kedua, tidak mengghibah…”. Apa itu ghibah? sela Yudhis pada jeda helaan nafas khatib. Khatib menjelaskan sampai titik, dan kembali Yudhis dengan suara terdengar ke baris paling belakang, “Contohnya…”, dan segera khatib, tapi tanpa mencontek, “Misalnya…” melanjutkan penjelasan.

Sepertinya memang dimaklumi. (Masih) tidak ada keributan. “… ketiga…” Yudhis bergerak ke samping mimbar, berdiri di tempat imam salat. Terpana melihat bayangan dirinya di dinding berlapis keramik, bejoget lah Yudhis dengan tertib mengamati pergerakan bayangannya.

“… keempat… tidak bersumpah dengan sumpah palsu.” Yudhis bergerak ke belakang mimbar, duduk pada suatu tempat yang membuatnya sama tinggi dengan khatib. Ah, aturan fiqh Jumat itu sepertinya berlebihan diberlakukan pada salat Jumat dengan peserta terbanyak anak-anak yang memang masih kanak-kanak; aku berulang kali mendongak, bahkan kini aku duduk dengan bertumpu di lutut. Ingin nonton full semua adegan, bukan lah bukan untuk memaksakan diri berisyarat mengingatkan Yudhis. Tuh, Yudhis bergerak ke mimbar, menggeser lengan khatib yang menghalangi keleluasaannya duduk di mimbar di samping teks khotbah.

Aku sekarang boleh ya menyebutkan ada 2 khatib. Kan mereka berada sejajar di mimbar yang sama. “…kelima tidak memandang dengan syahwat.” Kata syahwat membuat penjelasan ditiadakan dan khotbah bagian pertama pun diselesaikan. Guru yang khatib duduk rehat. Yudhis yang khatib tetap santai mengayun-ayunkan kaki layak jarum jam di mimbar. Tidak ada keributan pula dari jama’ah sampai adegan ini, aneh! Juga aneh guru yang khatib yang tak menggunakan wewenangnya untuk memperingati kelalaian dan penyimpangan. Aku sih sudah tidak kuat menahan senyum, dan tahu tidak, ini membuat anak ‘bengal’ yang sengaja kutempatkan duduknya di sampingku, terbengong-bengong menatapku. Kok tadi alim banget? mungkin itu pertanyaan dalam hatinya.

Khotbah kedua dimulai dengan kesimpulan dan diakhiri dengan doa, semuanya tanpa mengubah jarum jam Yudhis yang terus mengayun. Selesai khotbah, sang guru yang khatib turun mimbar bersama sang Yudhis yang khatib di pangkuannya. Yudhis pun salat dengan khusuk, setidaknya benar dalam pengertian tanpa gerakan dan suara di luar bacaan dan gerakan salat, sampai salam mengakhiri salat.

5 September 2008

Categories: BukuKusekolah
  1. October 25, 2008 at 3:14 am

    Halo, Pak Aripin, lama kita tak bertemu, banyak hal yang perlu kita tidak lanjuti. Saya link bolg pak aripin dengan blog saya, bila ada waktu kunjungi http://fikrieanas.wordpress.com/ dan http://kevinazzari.blogspot.com

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: