Berbagi Suka sebagai Motivasi dalam Pengembangan Perpustakaan Kelas

October 7, 2014 Leave a comment

Judul yang kepanjangan.

Pada puasa lalu (2014) saya mendapat beberapa buku pemberian Ali Abdulah, Direktur MGS (Mizan Grafika Sarana). Lumayan banyak. Semuanya buku baru. Buku berjudul “Pesan Al-Quran untuk Suami-Istri” sungguh mencerahkan. Selepas membacanya saya segera berkirim pesan kepada beliau agar buku itu dibaca orang sekantor yang menjadi bawahannya. Saya memang membayangkan keluarga-keluarga yang segar, dinamik dan penuh kasih kalau membaca buku ini.

Ternyata bukunya sudah habis didistribusikan. Tidak ada pembicaraan terkait buku itu. Lagian memang kami juga terhimpit dan sesak oleh ganjang-ganjing Pilpres. Baru menjelang Lebaran saya mendapat pesan singkat: Buku Bambang Q. Anes keren dan keren. Saya mau jadikan kado Leberan buat anak-anak. Oh!

Lalu, enatahlah bagaimana tersambungnya dengan ide lain, di Forum Paralel saya menceritakan kejadian di atas, termasuk kegembiraan lain saya untuk membeli buku itu agak banya dan memberikannya pada beberapa orang pada beberapa kesempatan. Haifa, anak berkebutuhan khusus SD Hikmah Teladan, mendapat hadiah buku itu menjelang pernikahannya. Ari, anak hilang yang aku sempat asuh sekitar setahunan saat usia menjelang SD, mendapat buku itu saat berkunjung untuk pertamakalinya bersama istri dan bayinya. Saya ingat meninggalkan buku itu di pelosok Cipatujah saat mendirikan sekolah baru pertama di tahun 2014. Tentu saja buku itu paling aktif saya promosikan kepada guru-guru SD Hikmah Teladan. Dan lain-lain, tapi tidak termasuk istriku. Buku untuknya sampai saat ini masih keburu saya berikan untuk yang lain. Kan, besar sekali kegairahan saya berbagi melalui buku itu. Apakah anak-anak dapat mempunyai kegairahan seperti itu?

Forum Paralel  sebelumnya kami sudah sepakat membuat pespustakaan kelas. Saya sudah mengumpulkan buku sekitar 40 per kelas untuk dijadikan bahan praktek mengelolanya secara mandiri. Memang disepakati pengelolan perpustakaan kelas tidak melibatkan guru. Setelah ‘satuputaran’ berjalan baru didoronglah anak-anak untuk menyertakan buku mereka sendiri sebagai koleksi buku perpustakaan kelas.

Terdapat beberapa syarat bagi penyedia buku perpustakaan kelas:

1. Hanya buku yang sudah dibaca yang boleh menambah koleksi perpustakaan.

2. Buku yang dirasa atau diketahui anak (penyedia buku) memberinya kebahagiaan, kesenangan atau manfaat diutamakan sebagai koleksi.

3. Setiap anak penyedia buku berhak menentukan sendiri cara peminjaman dan pengembalian buku.

4. Penarikan dan penambahan koleksi menjadi keputusan individual.

5. Kerusakan, kehilangan dan kejadian-kejadian lain yang tidak mengenakan diselesaikan sepenuhnya di antara anak-anak.

Bila berjalan perpustakaan kelas dan saya diberitahu oleh guru akan kejadian perbincangan anak tentang asyiknya sebuah buku, saya kan dibuat melayang-layang dalam kebahagiaan. Kalau ada buku yang anak titipkan hilang atau robek dan terjadi keributan, pertengkaran atau (terutama)permusyawarahan untuk menyelesaikannya, itulah keramaian sebuah sekolah yang saya inginkan. Eh, saya memang keranjingan untuk membuat medan kegiatan belajar mengajar yang menjebak anak-anak pada keramaian berpikir.

Banyak banget yang ingin saya tulis, tapi tetap saja yang panjang hanya sampai judulnya saja.

 

Categories: Forum Paralel

‘Pendidikan di Indonesia Sedang Sakit Jiwa’

December 13, 2013 Leave a comment

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Guru besar Universitas Negeri Malang, I Nyoman S Degeng, berpendapat pendidikan Indonesia sedang memasuki fase kirisi. Hal itu tercermin dari rasa tidak percaya terhadap segala sesuatu.

“Ini adalah fenomena kejiwaan, pendidikan kita tengah (mengalami) sakit jiwa,” kata I Nyoman saat berbicara pada diskusi bertajuk Refleksi Pendidikan Akhir Tahun FKIP UMM di Universitas Muhammadiyah Malang.

I Nyoman mengatakan, kebiasaan yang terjadi dalam pembelajaran di Indonesia adalah mencari yang salah, bukan mencari yang benar. Ia mencontohkan bagaimana pekerjaan dosen dan guru yang mengoreksi tugas peserta didik. “Padahal mengoreksi itu kan mencari-cari kesalahan,” tuturnya.

Paradigma pendidikan semacam itu, melahirkan rasa curiga pada tiap dimensi hidup. Polisi curiga pada pengemudi kendaraan bermotor, atasan curiga pada bawahannya, orang tua curiga pada anaknya, demikian pula rakyat curiga pada pemimpinnya.

“Itu gara-gara guru terbiasa ngajari siswa jadi sosok penuh curiga,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima ROL.

Nyoman lantas mencontohkan Finlandia sebagai negara yang dikenal memiliki kualitas pendidikan nomor satu di dunia. Di negara itu, menurutnya, interaksi antarindividu senantiasa didasarkan atas rasa saling percaya.

Selain rasa tidak percaya dan saling curiga, fenomena kejiwaan lain yang menjangkiti bangsa ini adalah perasaan mudah bimbang serta gampang khawatir dan tak sabar.

“Filosofi pendidikan kita sudah sangat bagus, jika saja bangsa ini jiwanya sehat, tuntaslah masalah pendidikan bangsa,” katanya mengakhiri.

Categories: darimanasaja

10 Quotes Mandela yang Tak Akan Terlupakan

December 6, 2013 Leave a comment

 

Selain cerita tentang perjuangannya, ada satu hal yang tak akan terlupakan tentang Nelson Mandela. Sejumlah pesannya tentang kehidupan dan kesetaraan akan terngiang sepanjang masa

Berikut 10 pernyataan Mandela yang terkenal:

1. Rasis

I hate race discrimination most intensely and in all its manifestations. I have fought it all during my life; I fight it now, and will do so until the end of my days.

Aku sangat benci diskriminasi ras dan segala bentuknya. Saya sudah memperjuangkannya selama hidup saya. Saya akan memperjuangkannya sekarang, dan akan melakukannya sampai akhir hayat.

2. Kesulitan

Difficulties break some men but make others. No axe is sharp enough to cut the soul of a sinner who keeps on trying, one armed with the hope that he will rise even in the endTidak seorang pun yang terlahir untuk membenci orang lain karena warna kulit, latar belakang, atau agamanya. Orang harus belajar untuk membenci, dan jika mereka dapat belajar untuk membenci, mereka dapat diajarkan untuk mencintai, karena cinta datang lebih alami ke hati manusia daripada kebalikannya.

Kesulitan bisa menghancurkan orang, tetapi juga bisa membentuk kepribadian. Tidak ada kapak yang cukup tajam untuk memotong jiwa seorang yang berdosa yang terus mencoba, seseorang yang dipersenjatai dengan harapan ia akan bangkit sampai akhir.

3. Kematian

Death is something inevitable. When a man has done what he considers to behis duty to his people and his country, he can rest in peace. I believe I have made that effort and that is, therefore, why I will sleep for the eternity’.

Kematian adalah sesuatu yang tak terelakkan. Ketika seseorang telah melakukan apa yang dia anggap sebagai kewajiban kepada rakyat dan negerinya, ia dapat beristirahat dalam damai. Saya percaya saya telah membuat usaha itu, maka dari itu, saya akan tidur dalam keabadian.

4. Moral

Those who conduct themselves with morality, integrity and consistency need not fear the forces of inhumanity and cruelty.

Mereka yang berbuat dengan moralitas, integritas dan konsistensi tidak perlu takut akan tindakan tak manusiawi dan kekejaman.

5. Keberanian

I learned that courage was not theabsence of fear, but the triumph over it…. The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear.

Saya belajar bahwa keberanian timbul bukan karena tidak adanya rasa takut,tapi kemenangan atas (rasa takut) itu…. Orang pemberani bukanlah orang yang tidak merasa takut, tapi dia yang mengalahkan ketakutan.

6. Perjuangan

During my lifetime I have dedicated myself to this struggle of the African people. I have fought against white domination, and I have fought against black domination. I have cherished the ideal of a democratic and free society in which all persons live together in harmony and with equal opportunities. It is an ideal which I hope to live for and to achieve. But if needs be, it is an ideal for which I am prepared to die.

Selama hidup saya, saya telah mendedikasikan diri saya berjuang untuk rakyat Afrika. Saya telah berjuang melawan dominasi kulit putih, dan saya telah berjuang melawan dominasi kulit hitam. Saya menghargai demokrasi yang ideal dan masyarakat yang bebas, di mana semua orang hidup bersama dalam harmoni dan kesempatan yang sama. Ini adalah hal ideal yang saya siapkan untuk mati.

7. Penjara

Prison itself is a tremendous educationin the need for patience and perseverance. It is above all a test of one’s commitment.

Penjara adalah tempat pendidikan yang luar biasa untuk melatih kesabaran dan ketekunan. Ini adalah ujian komitmen seseorang.

8. Musuh

If you want to make peace with your enemy, you have to work with your enemy. Then he becomes your partner.

Jika ingin berdamai dengan musuh, kita harus bekerja sama dengan mereka. Maka musuh bisa jadi sekutu.

9. Kebencian

No one is born hating another person because of the color of his skin, or his background, or his religion. People must learn to hate, and if they can learn to hate, they can be taught to love, for love comes more naturally to the human heart than its opposite.
10. Kebebasan

Only free men can negotiate, prisoners cannot enter into contracts. Your freedom and mine cannot be separated.

Hanya orang bebas yang dapat bernegosiasi, tahanan tidak bisa masuk ke dalam perjanjian. Kebebasan Anda dan saya tidak dapat dipisahkan.

Categories: darimanasaja

Kurikulum 2013 di SD Hikmah Teladan (1): Menolak Jadi Buku Suci

October 10, 2013 Leave a comment

SD Hikmah Teladan ditunjuk menjadi salah satu sekolah (keseluruhannya 10 sekolah) yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 dari 123 sekolah tingkat dasar yang ada di Cimahi. Maka 8 guru dan kepala sekolah diundang mengikuti Diklat Kurikulum 2013 selama 5 hari untuk guru dan 7 hari untuk kepala sekolah.

Karena Kurikulum 2013 dikelola sentralistik, kami sangat tidak menginginkan mengimplementasikannya. SD Hikmah Teladan kan memberlakukan desentralisasi dan ini sampai ke level kelas. Bahwa wali kelas di kami disebut manajer kelas, sebab mereka memiliki wewenang penuh untuk mengelola kelasnya. Jadi jangan heran, di antara 3 kelas paralel saja (misalnya sama-sama kelas 4), keadaan kelas dan kulturnya bisa berbeda.

Penunjukan SD Hikmah Teladan untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013, dengan demikian, membuat kami diserbu lawan yang terlalu kuat. Terlalu besar pasukannya. Bayangkan saja, Pemerintah sampai membuat buku siswa padahal prinsipnya pengelolaannya tematik-integratif. Artinya semakin kurikulum maksimal dituangkan dalam buku, semakin sulit menyimpang darinya. Semakin tema dapat mewadahi mata pelajaran yang terintegrasi semakin nyaman buku digunakan, yang sayangnya bagi kami berarti semakin nyaman membebek. Pemberlakukan Krikulum 2013 yang sentralistik menjadi hegemonik karena buku siswa dikunci oleh buku guru. Sekarang kenyamanan menjadi keseragaman mutlak. Buku guru membuat guru sangat jelas untuk berpikir apa, berperilaku mengajar bagaimana, dan bersikap seperti apa terhadap anak. Dan, keduanya serba gratis. Dengan alasan ini dan pola maupun kualitas diklat yang dilakukan, saya sangat khawatir dengan keberhasilan Pemerintah meyakinkan guru-guru.

Ketika di tengah diklat berjalan saya menghubungi teman-teman, kekhawatiran saya terbukti. Teman-teman mendapat argumen yang kuat untuk meyakini bahwa penggunaan buku siswa dan buku guru adalah keharusan. Kepala sekolah, di lokasi berbeda, disiapkan untuk mampu mengontol pelaksanaannya. Saya limbung!

Saya meyakini akan mudah bagi guru-guru SD Hikmah Teladan mengimplementasikan Kurikulum 2013, khususnya pembelajarannya (: buku siswa dan buku guru). Namun, sekali lagi, inilah sesungguhnya permasalahan terbesarnya. Bagi prinsip yang bertolak belakang, maka keberhasilan mengimplementasikan Kurikulum 2013 akan melemahkan prinsip kami sendiri. Bersama waktu kami dapat kehilangan jati diri. Jatuhlah hukum wajib dan genting bagi setiap upaya untuk menemukan kelemahan buku siswa dan buku guru Kurikulum 2013. Ayolah mumpung teman-teman masih beberapa hari lagi diklatnya!

Categories: Kurikulum Esdehate

Rupa-rupa Jejak Perceraian

October 7, 2013 1 comment

Ada banyak perceraian terjadi pada orangtua murid SD Hikmah Teladan. Tapi setahu saya hanya ada kasus perceraian yang berlangsung baik-baik dan nampaknya berpengaruh baik pada anak Selainnya, perceraian kerap kami ketahui saat menyelusur akar permasalahan anak ke rumah. Masalah anak yang masuk kategori berat memang kerap bermula dari rumah tangga yang ‘berantakan’, terjadi KDRT, atau pasangan bercerai.

Berikut beberapa cerita atau kejadian yang membuat kami mengetahui kasus perceraian pada murid SD Hikmah Teladan.

1. Anak Kakek-Nenek

Sekalipun saya tidak terlalu faham, ada lho orangtua yang mewakilkan semua urusan sekolah anak pada kakek-neneknya. Biasanya karena kesibukan kerja dan tempat kerja di luar kota. Tahu lah. Tapi kakek-nenek yang menggantikan peran ayah-ibu yang bercerai kerap menjelaskan duduk-perkara kehadirannya.

Nenek berusia 70 tahun berkisah tentang perceraian anaknya dan anaknya yang melanjutkan studi tingkat S2 di Yogyakarta, Nenek lain yang mengeluarkan cucunya dari SD Hikmah Teladan disibukkan dengan HP-nya karena harus menjelaskan permasalahan, alasannya keukeuh mengeluarkan si cucu, sikap guru-guru dan kepala sekolah kepada ayah dan ibu si cucu secara, tentunya, berbeda kesempatan. Seorang kakek cukup sering datang ke sekolah di waktu jam istirahat, atau kalau pagi dengan cara sembunyi-sembunyi untuk bertemu dan memberi uang jajan cucunya. Ternyata ia adalah ayah dari ayah cucunya. Sementara setelah perceraian anaknya, si cucu bersama ibunya.

2. Gosip Bagian Keuangan

Ada larangan penyebaran informasi masalah keuangan siswa pada guru. Sebab teramat memalukan kalau guru tidak mengajar sebaik-baiknya karena alasan siswa yang telah bertahun-tahun menunggak SPP. Jadi, bagi para guru fakta tersebut hanya gosip atau sesuatu yang tak lebih sebagai angin lalu.

Teman-teman bagian keuangan pernah iseng menyampaikan tagihan yang biasanya pada ibu siswa menjadi pada ayahnya. Lho kok ada tunggakan? Ke mana sekian uang per bulan, termasuk untuk SPP, yang saya titipkan? Mulai bulan depan, saya saja yang membayarkan SPP. Keputusan si ayah ini menguntungkan pihak sekolah namun disertai ungkapan kesal si ibu: Kenapa sampai ayahnya diberitahu?

Kejadian lainnya serupa kecuali saat kejadian di atas mengambil versi penyelesaian berbeda. Yaitu, “si ayah” (: yang melunasi) meminta kami tidak memberitahukan “si ibu” bahwa pelunasan sudah dilakukan. Kami diminta tetap giat menagih dan “si ibu” melakukan pembayaran, uangnya dimasukkan ke tabungan anak.

3. Penyambutan Ilegal

Secara bergilir kepala sekolah dan guru-guru melakukan penyambutan murid. Lokasi penyambutan di gerbang masuk sekolah. Karena tidak ada penyambutan oleh manajer kelas ketika anak-anak masuk kelas, ya hanya sekali itu ada penyambutan. Sampai suatu hari dan dilanjutkan beberapa hari pemantauan berikutnya, ternyata ada anak yang mengalami 2 kali penyambutan.

Seorang Bapak berdiri di samping motor yang terparkir di depan kelas. Setiap rombongan anak yang muncul membuat pandangannya memindai mereka. Sampai akhirnya seorang anak mendekat. Meraih tangan ayahnya yang terulur dan menciumnya. Si Bapak membalas dengan ciuman di kening si anak. Terjadi perbincangan singkat yang berakhir dengan serah-terima uang jajan.

Versi berbeda ada. Salah satu di antaranya adalah anak yang pihak penjemputnya berganti saat hari jumat atau di antar dari rumah berbeda (dengan hari belajar lainnya) pada hari senin.

4. Guru yang Dicurhati

Kok bisa guru dicurhati masalah keluarga? Apalagi kasus perceraian atau KDRT?

Seorang teman dicurhati karena mereka temanan sejak kuliah. Kebanyakan kasus karena orangtua yang dimintai informasi terkait masalah anak –yang kalau masalahnya berat, dimintai informasi seakan-akan berubah menjadi dimintai tanggung jawab– malah membenarkan dan membeberkan bukti yang lebih rinci, kemudian memohon bantuan setelah mengeluhkan ketidakberdayaannya. Kalau sudah begini ceritanya, teman-teman tidak bisa mengelak. Juga sudah dapat dipastikan pelibatan ini berkepanjangan.

Perceraian berpengaruh pada anak. Perceraian yang tidak dapat diselesaikan dengan baik-baik dipastikan berpengaruh buruk pada anak. Karena itu, upaya keras guru dalam menyelesaikan masalah anak (yang berat-berat), paling banyak menjadi sebab terkuaknya status hubungan suami istri, ayah-bunda si anak.

Categories: SekolahKu

Jangan Berbuat Dosa Sekalipun Neraka Tidak Ada!

September 18, 2013 Leave a comment

Di dalam ayat al-Quran dan hadis para Imam Maksum as disebutkan bahwa surga merupakan balasan dan nilai bagi orang yang meninggalkan perbuatan dosa. Bila kita meyakini ayat-ayat al-Quran dan hadis, ketahuilah bahwa jangan sampai kita menukar surga yang agung dengan dosa-dosa yang kecil yang kelezatannya juga kecil dan sesaat saja.

Pertanyaannya, apakah bila tidak ada neraka kita tetap tidak boleh berbuat dosa?

Dalam hal ini Imam Ali as berkata, “Bila Allah tidak menyediakan neraka karena maksiat yang dilakukan kepada-Nya, maka tetap wajib untuk tidak bermaksiat kepada-Nya sebagai rasa syukur atas segala nikmat-Nya.” (Nahjul Balaghah, hikmah 290. Muntakhab Mizan al-Hikmah, 220)

Terkait pahala duniawi meninggalkan dosa, Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa bisa melakukan perbuatan haram, tapi ia tidak mau melakukannya karena takut kepada Allah, maka sebelum ia berada di alam akhirat Allah akan memberikan balasan kepadanya di dunia ini yang lebih baik.” (Kanz al-Ummal 43113. Muntakhab Mizan al-Hikmah, 144)

Demikian juga terkait siapa saja yang wajib meninggalkan hal-hal yang buruk, Imam Ali as berkata, “Seandainya Allah tidak melarang hal-hal yang buruk, maka bagi orang-orang yang berakal wajib meninggalkannya.” (Ghurar al-Hikam, 7595. Muntakhab Mizan al-Hikmah, 144)

Mengenai tidak bolehnya meremehkan dosa, Rasulullah Saw bersabda, “Jangan kalian lihat kecilnya dosa, tapi lihatlah kepada siapa kalian bermaksiat.” (Bihar al-Anwar, 77/168/6. Muntakhab Mizan al-Hikmah, 220) (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

Categories: darimanasaja

100 Hal yang Hanya Ada di SD Hikmah Teladan: Absensi Moch. Daffa Fadilah

May 14, 2013 Leave a comment

Sampai September 2012: kosong. Daffa anak yatim piatu. Adik almarhum orangtuanya yang belum dikarunia anak mengambil alih peran.

November 2012 masuk 2 hari. Belajar tanpa mau ditinggal ibunya. Pengasuhnya di dalam kelas.

Desember 2012, Januari 2013, Februari 2013, Maret 2013 kehadiran nol. Manajer Kelas rutin berkomunikasi. Semua berita menegaskan penyebab kehadiran nol adalah orangtuanya. Jadi, ya sudah, jangan pernah menyalahkan anak. Jangan jadi sekolah yang menambah-nambah kesulitan orangtua. Namun tetap rajin mencari berita: bertanya kabar; bagaimana perkembangannya; kenapa begini, kenapa begitu; memastikan kabar bahwa kami menunggunya hadir di sekolah.

Hore! April 2013, Daffa masuk 8 kali. Beberapa hari hanya main bola dengan pengasuhnya setelah sebelumnya mengintip kelas. Satu anak, ini ajaib, menempel Daffa. Ia teman sekelasnya. Daffa punya teman bermain.

Mei 2013 membawa cerita baru: Daffa sudah semangat pergi sekolah.

Categories: BukuKusekolah