Archive

Archive for the ‘Rumah Ibu’ Category

Kutipan Ramadhan (1): Infak Nonmateri

August 14, 2010 Leave a comment

Tafsir Al-Amtsal, Syaikh Nashir Makarim Syirazi, h.67-68

Orang-orang yang bertakwa, selain berhubungan dengan Pencipta, juga mempunyai hubungan yang erat dan kontinyu dengan makhluk-Nya. Kriteria ini kita dapatkan dari keterangan Alquran tentang mereka, Mereka menginfakkan sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada mereka. Ayat ini memperluas arti infak sehingga mencakup pemberian-pemberian materi dan nonmateri.

Orang-orang yang bertakwa tidak hanya menginfakkan harta mereka saja, tetapi mereka juga mengifakkan ilmu, pemikiran, dan jasa. Dengan kata lain, mereka menginfakkan seluruh kemampuan mereka kepada yang membutuhkannya tanpa mengharapkan balasan darinya.

Infak adalah hukum yang umum berlaku di dunia penciptaan ini, khususnya dalam susunan organ tubuh setiap makhluk hidup. Jantung manusia tidak beerja untuk dirinya saja, tetapi dia menginfakkan appa yang dia miliki untuk semua bagian-bagian tubuh. Otak, paru-paru dan semua organ lainnya berinfak dengan hasil kerjanya. Pada dasarnya, kehidupan menjadi tidak berarti tanpa infak.

Hubungan dengan manusia, sebenarnya, adalah akibat dari hubungan dengan Allah. Manusia yang berhubungan dengan Allah berkeyakinan bahwa segala kenikmatan yang ada padanya adalah karunia Allah yang dititipkan kepadanya untuk masa waktu tertentu. Maka, atas dasar asumsi ini, dia tidak merasa berat dengan infak, bahkan senang dan gembira, karena dengan infak dia telah membagi kekayaan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Yang tersisa untuknya adalah pahala dan berkat, baik materiel ataupun spiritual, dari perbuatannya itu. Pemikiran ini akan membersihkan ruh manusia dari kikir dan hasad, dan akan mengubah pola kehidupan yang kompetitif untuk bertahan menjadi pola kehidupan kooperatif, yang setiap manusia merasa bertanggung jawab untuk memberikan kelebihan yang ada padanya kepada orang yang membutuhkan Dia laksana matahari yang mencurahkan sinarnya untuk kehidupan makhluk tanpa mengharapkan balasan dari siapa pun.

Categories: MH. Aripin Ali, Rumah Ibu

Suntuk, Komik, Nyekar

June 1, 2009 Leave a comment

Sudah lama aku tak menulis. Bukan tak ada bahan atau kehilangan ide, tapi lagi suntuk. Perjalanan ke Cieceng yang sukses dalam pengertian manfaat bagi warga Cieceng, juga bagi progresivitas teman-teman Walagri; adalah bahan yang kaya untuk menulis. Sayang hidupku sedang di bawah komando segala akibat terpisahnya aku dengan istriku dan si kecil Ali yang sudah hampir 3 pekan tidak mau berkomunikasi denganku. Read more…

Categories: Rumah Ibu

Mohon Doa untuk Hafalan (Pancasila)

March 31, 2009 1 comment

Adry, si sulung, sekarang 3 SMP. Tahu lah apa yang dijelangnya. Anaknya sendiri sepertinya masih bisa disebut biasa-biasa saja. Masih berimbang antara mempersiapkan UASBN dengan membaca komik dan novel. Bahkan ia kerap begadang, karena itulah waktu membaca novel yang tidak direcokin ayah-ibunya yang sudah lelap. Kami memang masih khawatir. Read more…

Categories: Rumah Ibu

Baca yang Aneh

March 16, 2009 Leave a comment

Ali masih tetap dengan hobinya menggauli buku, termasuk dibacakan buku. Berbeda dengan kedua kakaknya, Ali itu lengket sama ibunya. Hanya sekadar mengalihtugaskan mengantar dan mengangkat Ali ke WC duduk pun sangat lama. Kalau cebok sih sampai sekarang harus sama ibunya. Yang lainnya yang termasuk sangat lama harus dengan ibunya adalah dibacakan buku.

Aku keruan saja kesal diacuhkan begitu. Apalagi niat baik ini disertai permintaan istriku untuk rehat sejenak dari penat seharian mengurusi Ali, wajar ya kalau kecewaku bagai yang jatuh ketimpa tangga akibat kasihan juga pada istri. Read more…

Categories: Rumah Ibu
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.