Forum Paralel dengan kelas-2 kali ini membahas permasalahan-permasalahan yang diajukan orangtua pada saat sosialisasi program semester 2. Pertanyaan pertama yang dibahas berkaitan dengan perbandingan antara anak-anak SD Hikmah Teladan dengan sekolah “Islam” lain dalam hal akhlak. Katanya anak-anak lain lebih berakhlak, dicontohkan bagaimana anak-anak yang lain selalu mencium tangan gurunya. Pertanyaan kedua tentang anak-anak (kelas 2) SD Hikmah Teladan yang belum baik tulisan (halusnya). Read more…
Sejak anak yang pertama, aku sudah tahu hadis yang mengatakan anak usia 0-7 tahun itu raja. Aku juga meneguhkan selama itu, raja ya raja yang sangat berkuasa seperti halnya raja-raja yang dikenal masyarakat Arab saat itu, bukan raja dengan catatan ini dan itu seperti halnya Sultan Hamengkubuwono, Raja Thailand, Ratu Elizabeth. Karena kebodohanku dan keterbatasanku, saja pada anak ke-1 dan 2 aku (dan istriku. {Dalam kurung karena aku belum konfirmasi}) raja itu. Kalau raja (dan ratunya)nya lagi romantis, anak berada dalam lingkungan demokratis; kalau rajanya stress, dan pada saat 0-7 tahun anak yang pertama inilah yang menjadi sebagian besar pengisi perjalanan hidupku, maka anak jadi budak. Read more…
Hari ini, 25 November, Forum Parallel dengan guru-guru kelas 2. Ibu-ibu, tentu saja muda-muda, semuanya cerewet. Forum dengan mereka bisa kesana-kemari arah obrolannya. Bebas saja. Namun kondisi seperti ini yang kerap membuat kejutan. Pembicaraan sebenarnya tentang beberapa target program semester yang kemungkinan tidak terpenuhi. Kejutan terlontar saat aku selesai menjelaskan beberapa alternatif untuk memenuhi target itu. Yaitu, tentang pengelolaan Baca Tulis Al-Quran.
1. Metode Membaca Al-Quran
Read more…
Masalah Penting Kemudian Sangat Penting
Read more…
Mungkin melebihi kebebasan yang lain (orang lain), yang cukup berpengaruh membatasi dan menjadi kebebasan seseorang adalah berpikir kritis. Berpikir kritis, inilah yang kurasa masih kurang pada kami di SD Hikmah Teladan. Read more…
Forum Paralel pertamaku setelah libur Lebaran kumulai baru hari ini. Jatahku kemarin, 13 Oktober 2008, dipakai halalbihalal. Hari ini aku paralel dengan kelas 2.
Beberapa kali aku ditanya mau apa forum kali ini. Aku yang telah bersemangat untuk Forum Paralel dengan menjemput mereka langsung ke Ruang Guru ternyata cuma bawa semangat rindu doang. Pembicaraan pun jadi berputar-putar tidak tentu kesanakemarinya. Sampai nyantol lah di Laskar Pelangi. Ini filem ternyata mengisi hari libur banyak anak-anak kelas 2.
“Sepertinya filem itu tentang…” Eh ada juga guru yang belum baca dan nonton Laskar Pelangi. Temanku ini cerita tentang guru dalam sinetron yang selalu tampak tolol, bloon, bodoh, culun, ah rasanya ada ungkapannya yang aku lupa namun jelas ia merasa dihinakan. Dari kabar angin ia menduga Laskar Pelangi tidak begitu, kemudian menyimpulkan “Sepertinya filem itu tentang guru yang…”. Berebut guru lain menjelaskan buku dan filem Laskar Pelangi. Kami pun melanjutkan berbagi cerita tentang guru-guru di masa kecil yang berpengaruh terhadap pilihan karir dan dimilikinya nilai-nilai kecintaan dalam kehidupan kami saat ini. “Guru-guruku sewaktu SD tidak ada yang berkesan,” sela bu Sandra dengan tatapan yang mulai membersitkan kesal. Ih kok gitu, lihat kami yang lain dibuatnya berhenti berceloteh dan hanya melongo menunggunya bicara.
Read more…