Posted by: kusekolah | January 4, 2010

Mulai dengan Kisruh Berakhir dengan Kegembiraan (1)

Pertemuan Walagri Aksara biasanya dimulai pukul 17.00, jam setelah teman-teman mengajar dan beraktivitas di sekolah masing-masing, dan biasanya berakhir lewat pukul 21.00. Keseluruhan pertemuan untuk persiapan acara kali ini bertempat di rumahku dengan alasan karena kakiku yang terluka akibat kecelakaan belum sembuh. Beberapa pertemuan awal bahkan berlangsung di tempat tidurku. Mungkin juga bisa dijadikan alasan, biar istriku bisa menyediakan konsumsi ala kadarnya.

Permintaan Pengunduran Diri

Dari 10 anggota Walagri Aksara, biasanya hanya 5 sampai 6 yang bisa terlibat aktif dalam kegiatan, termasuk kegiatan tanggal 28 Desember 2009 – 2 Januari 2010 baru lalu. 5 – 6 orang inilah yang datang ke pertemuan dengan membawa beban kesibukan akhir semester, yang kerap pulang malam dari Cimahi ke Bandung dan menjalani rapat-rapat tanpa kepastian dana. Sungguh berarti hari-hari yang melelahkan.

Karena waktu yang terbatas, rapat dan koordinasi kerap berlanjut via telpon. Berganti-ganti orang yang datang di rapat pun, hari ini hadir hari lain bolos, membuat keputusan-keputusan rapat tak sampai diketahui dan mengikat kami semua. Beberapa kasus, pada sebuah hal, si A terikat pada keputusan hari H sedangkan si B pada kesepakatan hari H +. Dan ini sungguh terjadi. Sementara…

Teman-teman yang berkiprah di Walagri Aksara itu tidak digaji, tidak mendapat penggantian transportasi untuk setiap kegiatan, tegasnya mereka berkorban untuk hal yang mungkin disebut idealisme. Artinya, biasanya orang-orang seperti ini selain idealis tadi, mereka juga pekerja keras, egois, bahkan rada ambisius. Dan, ini tentang sifat egois, bila berada pada situasi “si A terikat pada keputusan hari H sementara si B pada kesepakatan hari H +” dan keduanya dengan sungguh melaksanakan keputusan, saat pertemuan kemudian pun sifat egois ini menjadi pertarungan argumentasi, marah-marahan, dan saling menguji kapasitas keras kepala masing-masing.

Mengetahui bahwa situasi di atas terjadi untuk setiap kegiatan Walagri Aksara, ada teman yang merasa lelah menghadapinya, ada teman yang merasa bersalah karena mendorong situasi itu muncul. Kali ini, hasil dari introspeksi diri, mereka minta izin mengundurkan diri dari Walagri Aksara. Aku sendiri bertahan, tepatnya harus bertahan, tak peduli ada saatnya kadang ikut-ikutan, penyelesai masalah, menimpakan masalah pada diri sendiri, apapun lah, yang penting itulah perjalanan yang kuterima dengan senang hati melaluinya.

Yang jelas, kepentingan mempertahankan jumlah 10 untuk anggota Walagri Aksara tidak berkurang, tetap kupegang teguh. Mulai dari mencari kejelasan permasalahan, memastikan hak mereka untuk mendapat penghargaan diberikan, menghibur dan menggembirakan. Aku juga tidak malu untuk merayu-rayu. Namun dari semua itu, upaya terbesar yang harus kulakukan adalah memastikan kegiatan yang diagendakan benar-benar berlangsung. Aku faham betul, pada setiap kegiatan yang berlangsung selalu terbukti betapa kami dibutuhkan, betapa kami diterima sebagai saudara yang membanggakan.

Jiwa Kami adalah Pendidik

Kegiatan “Peningkatan Kesejahteraan Guru Melalui Pengembangan Terpadu Pertanian Organik, Peternakan dan Koperasi” menempatkan kami sebagai penyelenggara dan bukan pemateri, pun fasilitator. Namun saat kunjungan ke lokasi, dalam perbincangan dengan tuan rumah, diketahui penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan madrasah masih banyak kekurangan. Serta merta kami pun menawarkan pelatihan untuk itu.

Sebagaimana saat pendirian 9 PAUD di Cieceng, Yuki jadi andalan. Pokoknya kalau Yuki siap, kami pun siap. Saya pribadi menyiapkan Yuki untuk menguasai dunia prasekolah, yang pada kenyataannya memang belum menjadi garapan kami. Sungguh menyenangkan, guru-guru yang ditemui penuh semangat. Teman-teman berharap bisa menemui mereka sebulan sekali.

Oh ya, kelaziman juga bagi Walagri Aksara memperkuat perpustakaan atau bagi yang belum memiliki perpustakaan, menyumbangkan buku-buku bacaan anak dan buku yang menunjang aktivitas mengajar.

PENDAHULUAN

WALAGRI AKSARA adalah organisasi nirlaba yang bergerak untuk penguatan pendidikan, terutama bagi masyarakat desa atau yang tinggal di pelosok-pelosok daerah, melalui kegiatan-kegiatan pendampingan, konsultasi, pelatihan, workshop, dan magang.

Saat ini, WALAGRI AKSARA sedang melakukan pendampingan dan konsultasi terhadap masyarakat di desa Cieceng -  Tasikmalaya Selatan dan sekitarnya. Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan bersama masyarakat Cieceng dan sekitarnya antara lain :

  • Memfasilitasi pendirian SMP Darul Hikmah (tahun 2003)
  • Pendampingan dan kosultasi secara periodik (tahun 2003 – 2008)
  • Obsevasi mutu pendidikan SD-SMP Darul Hikmah dan peran masyarakat dalam pengembangan sekolah (Februari 2009)
  • Pelatihan guru dan pengelola sekolah SD-SMP Darul Hikmah dan Pendirian 9 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) pada tanggal 21 – 24 Mei 2009
  • 10 – 13 Juli 2009 diselenggarakan pemagangan guru dan pengelola sekolah di sekolah-sekolah di Bandung, yaitu TK – SD Gagas Ceria, TK Permata Ayah Bunda, SD-SMP Cendekia Muda, TK Salsabila, dan SD TI Muthahari.

LANDASAN PEMIKIRAN

1. Penguatan Pendidikan

Masyarakat desa harus menjadi masyarakat maju. Hanya dengan pendidikan yang bermutulah masyarakat desa yang maju bisa tercapai. Pendidikan bermutu sangat bergantung dengan kualitas guru yang mumpuni. Pendidikan di desa harus disadari belum memiliki kualitas guru sebaik di perkotaan. Untuk itu, peningkatan kualitas guru menjadi hal penting dan mendesak. Peningkatan kualitas guru dapat dilakukan melalui magang dan pelatihan di tempat-tempat yang dapat menjadi percontohan.

2. Penguatan Kemampuan Bertani dan Berternak

Masyarakat desa adalah masyarakat agraris yang menggantungkan hidupnya pada hasil pertanian, perkebunan dan peternakan.  Namun, seperti kita mafhumi, kemampuan masyarakat boleh dikata masih konvensional. Mereka belum mengenal metode-metode yang memberikan hasil lebih baik sehingga sulit bersaing di pasaran. Sementara itu, di tengah masyarakat berkembang wacana hidup sehat dengan mengkonsumsi hasil pertanian organik. Maka tidak bisa tidak diperlukan pengembangan kemampuan di bidang pertanian organik melalui kegiatan-kegiatan magang dan pelatihan. Dan dalam dunia pertanian organik, peternakan merupakan pasangannya.

3. Hubungan Pertanian dan Pendidikan di Desa

Pertanian adalah ladang ekonomi masyarakat desa. Sementara pendidikan adalah sarana perubahan sosial menuju ke arah yang lebih baik. Keberadaan pendidikan dan pertanian dapat saling menunjang. Apalagi kenyataan bahwa seluruh guru Cieceng merangkap sebagai petani, bahkan sebetulnya guru lah yang menjadi profesi kedua. Dengan demikian, pertanian yang berhasil akan memberikan masyarakat kekuatan ekonomi lebih baik (yang dipandu oleh pengembangan koperasi) sehingga masyarakat desa memiliki daya dan kemandirian untuk memajukan pendidikannya. Dan pendidikan yang maju pada akhirnya akan membentuk masyarakat desa yang mandiri secara sosial, ekonomi, budaya dan politik.


NAMA KEGIATAN

“PENINGKATAN KESEJAHTERAAN GURU DI PELOSOK MELALUI PENGEMBANGAN TERPADU PERTANIAN ORGANIK, PETERNAKAN, DAN KOPERASI ”

29 Desember 2009- 2 Januari 2010

TUJUAN

  1. Menguatkan fondasi sosial ekonomi bagi masyarakat yang berswadaya menyelenggarakan pendidikan .
  2. Memperluas jejaring sosial yang berperan menguatkan perubahan sosial yang dikehendaki.
  3. Tercapainya kemampuan bertani organik yang terpadu dengan peternakan sehingga dapat meningkatkan daya saing produk pertanian.

TEMPAT KEGIATAN

  • Kampung Pangkalan, desa Cisondari, kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey Kabupaten Bandung;
  • Kantor Koperasi Milenia, kampung Pangkalan, desa Cisondari, kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey kabupaten Bandung;
  • Pos IB (Inseminasi Buatan), Soreang, Kabupaten Bandung Barat
  • Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ros, kampung Pangkalan, desa Cisondari, kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey kabupaten Bandung, sebagai kegiatan tambahan yang diberikan Walagri Aksara bagi masyrakat yang menjadi tujuan magang.

SASARAN

  1. Masyarakat desa Cieceng, desa Sodong, desa Taraju – Kabupaten Tasikmalaya.
  2. Masyarakat desa Pasawahan – Kab. Ciamis.
  3. Masyarakat desa Sari Mukti – Kab. Garut
  4. Masyarakat Cibolang – Parongpong – Kab. Bandung Barat.
  5. Masyarakat Desa Sawah Kadu – Ranca Kalong – Kab. Sumedang

PROGRAM KEGIATAN

1. Magang Pertanian Organik dan Koperasi

Dalam dunia agribisnis telah berkembang praktek pertanian organik. Praktek ini merupakan respon atas meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi hasil pertanian yang bebas dari kandungan pestisida maupun zat kimia lain yang banyak digunakan dalam pertanian. Magang pertanian diharapkan mempelajari hal-hal :

  • Pengelolaan pertanian organik antara lain kegiatan penyemaian benih, penanaman, pembuatan pupuk, hingga penanganan hama;
  • Strategi pemasaran produk pertanian organik;
  • Pembentukan dan pengelolaan Koperasi.

2. Pelatihan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ROS

Paud Ros didirikan oleh warga kampung Pangkalan, desa Cisondari, kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey Kabupaten Bandung. Untuk meningkatkan kemampuan guru-guru PAUD Ros, WALAGRI AKSARA mengadakan pelatihan yang meliputi antara lain: pengembangan kreatifitas anak dan administrasi penyelenggaraan PAUD.

3.  Pembentukan dan pengelolaan koperasi.

4. Magang kesehatan hewan, reproduksi dan inseminasi buatan.

PARTISIPASI DONATUR

Instansi pemerintah atau swasta yang memberikan bantuan tidak mengikat berupa uang tunai, fasilitas/sarana dan prasarana, melalui kerjasama yang disepakati dengan panitia.

PENUTUP

Demikian proposal ini kami sampaikan, dengan harapan apa yang kami niatkan dapat terlaksana dengan lancar serta mendapat dukungan dari segala pihak, baik moril maupun materil.

Akhirnya kami panjatkan doa dan harap perlindungan yang sesungguhnya ke hadirat Tuhan. Semoga anak-anak manusia yang memikirkan pembenahan masyarakat lewat dunia pendidikan berada dalam ridho dan kelancaran-Nya.

Bandung,  12 Desember 2009

Posted by: kusekolah | December 22, 2009

Logo Walagri Aksara

Perjalanan Walagri Aksara sampai saat ini terus mendapat peluang menjadi lebih besar. Setidaknya ini terbukti, pertama, dengan semakin luas dan beragam masyarakat yang didampingi. Bila semula hanya sebagian masyarakat yang terlibat sengketa tanah di pelosok Jawa Barat, kini bertambah dengan masyarakat yang merupakan binaan dari teman-teman di Keuskupan Bandung. Masyarakat yang sama-sama di pelosok juga ini, pada umumnya telah lama mendapat pembinaan dan pendampingan dalam hal pertanian organik dan koperasi (credit union) dan kami mengembangkan pendidikannya. Beberapa daerah lain mengenal kami melalui pertemanan dan ikatan saudara. Kan beberapa anggota Walagri Aksara pun silsilahnya sampai ke orang-orang yang lahir di pelosok.

Kedua, ditemukannya model lain dalam pendampingan. Model yang dimaksud adalah ‘ketaksengajaan’ kami merambah ranah pemberdayaan masyarakat. Seperti pada cerita seorang Andi, guru SMP Darul Hikmah paling muda, memberdayakan guru di bidang yang masyarakat pada umumnya membutuhkan jasa bidang tersebut, membuat guru bersangkutan menjadi figur-penggerak pemberdayaan masyarakat. Tentu saja indah membayangkan guru yang kuat sebagai guru, pun memiliki ketokohan dalam pemberdayaan masyarakat. Awalnya kami, setelah penguatan pendidikan, memikirkan program guru-sejahtera (termasuk melalui pencarian donatur), sungguh menggembirakan bertemu dengan guru-guru (yang kami belum bisa merealisasikan program menyejahterakannya) yang mengambil peran sentral dalam menyejahterakan masyarakat.

Logo untuk Kesejahteraan Guru

Tanggal 27 Desember 2008 sampai dengan 3 Januari 2010, Walagri Aksara mengadakan acara terkait pemberdayaan guru, yaitu “Peningkatan Kesejahteraan Guru di Pelosok Jawa Barat Melalui Pengembangan Terpadu Pertanian Organik, Peternakan dan Koperasi”. Sampai sepekan sebelumnya tak sepeserpun dana diperoleh sementara kas minus karena kegiatan sebelumnya (pemagangan guru-guru Cieceng di sekolah-sekolah di Bandung) terlaksana dengan dana pinjaman. Sementara ketika dengan susah payah proposal selesai, ternyata Walagri Aksara tidak punya stempel dan bersamaan dengan keputusan membuat stempel, kami bingung dengan logonya. Alur cerita masih berliku, sampai akhirnya terjadi keributan, pertengkaran dan kesalahpahaman yang tidak berakibat fatal melainkan menggembirakan. Salah seorang anggota Walagri Aksara bersedia menyicil pembayaran desain logo yang memperpanjang harapan kami, kali ini, kegiatan pemagangan berjalan memenuhi segala tujuannya.

Walagri Aksara Memperluas Jejaring

Sudah 3 pekan saya istirahat sejak menabrak mobil sepulang kerja pada tanggal 2 Desember 2009. Di sekolah saya sudah menyelesaikan pengeditan semua pengeditan soal yang pada Senin, 7 Desember 2009, diujikan sebagai soal ulangan semester pertama. Artinya ketika saya istirahat, semua teman di Walagri Aksara menghadapi kesibukan yang paling padat sebagai guru sampai libur sekolah yang dimulai sehari sebelum perayaan Natal. Kami, anggota Walagri Aksara yang bersepuluh, tidak ada yang punya waktu memadai untuk mempersiapkan kegiatan “Peningkatan Kesejahteraan Guru di Pelosok Jawa Barat Melalui Pengembangan Terpadu Pertanian Organik, Peternakan dan Koperasi”.  Alhasil yang terbaring sakitpun stres. Stres ringan saja. Bagaimana tidak? Pengalaman dengan berbagai rapat menjelang magrib, selama sakit, yang dilakukan di tempat tidurku, sungguh menghibur.

Semua keadaan di atas membuat saya harus berbesar hati dengan kemungkinan kegiatan kami cancel. Saya sampaikan pada teman-teman, jika sampai tanggal 25 Desember 2009 kami tidak mendapatkan dana minimal yang dibutuhkan, kegiatan ditunda untuk waktu yang belum bisa ditentukan namun besar kemungkinan pada waktu libur sekolah berikutnya. Adapun berkaitan dengan proposal, saya tetap sebarkan ke banyak teman baik dengan perubahan maksud, yaitu permohonan agar teman-teman berkenan memperkenalkan Walagri Aksara. Kami harus sadar bahwa semua kesempatan yang terbuka untuk pengabdian dalam dunia pendidikan di pelosok ini amat luas dan hanya dengan berjejaring kami layak mengembannya. Dan berbeda dengan proposal yang dimaksudkan untuk pencarian dana, proposal ini membuat hati saya begitu berbangga kepada teman-teman baik saya. Terimakasih. Inilah salah satu dari mereka:

Pak Aripin,
saya sangat mengagumi kerja keras teman-teman Walagri. Kerja-kerja seperti ini sangat dibutuhkan, agar pendidikan kita lebih kontekstual.

Saya lalu terpantik pertanyaan, bukankah untuk sungguh-sungguh membuahkan hasil kerja pendampingan seperti ini harus dilakukan selama beberapa tahun?  Lalu saya jadi berpikir, apakah tidak melelahkan dan membuat tertekan kalau Pak Aripin dan teman-teman harus setiap kali mencari dana kegiatan? Mungkinkah dibutuhkan cara-cara pendanaan yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang (sustainable)?

Artinya, kalaupun sekarang teman-teman masih nyaman dengan mencari dana setiap kali ada kegiatan, itu baik saja. Tetapi kalau memang direncanakan ke depan pendampingan Walagri ini akan terus dilakukan, mungkin perlu ada semacam strategi yang lebih menjamin keberlangsungan pendampingan.

Saya mohon maaf sebelumnya kalau saya lancang, Pak. Saya sungguh ingin membantu dengan ide-ide, kalau boleh.

Saya akan ke Bandung minggu depan. Kalau ada waktu, saya ingin bertemu dengan Pak Aripin dan Pak Ali, mengenai Walagri ini.

Wassalam,
romy

ProVisi Education
Jl. Mandala Barat V/17
Jakarta 11440
Indonesia
Ph. 62 21 5661017
Fax. 62 21 56963763
www.provisieducation.com

Posted by: kusekolah | December 16, 2009

Bola Liar Cieceng (1): Inseminasi Buatan

Namanya Andi. Kukira usianya kisaran 20 tahun. Ia satu di antara beberapa anak Cieceng yang lulus SMA dan mengajar di SMP Darul Hikmah. Bagiku Andi spesial karena beberapa kali tubuhnya yang kurus kupeluk erat saat kunjungaku ke Cieceng. Andi dan motor off  road-nya bagian dari kerinduanku melakukan perjalanan ke Cieceng. Wah, apalagi musim hujan nih.

Pemuda yang Menarik Berkat Semangatnya

Secara umum warga Cieceng memiliki semangat menggebu. Namun demikian, selalu memikat hati mengetahui orang yang bersemangat berbakti untuk yang lain. Kan lumrahnya orang bertumpu pada kepentingan pribadi, termasuk ketika kepentingan pribadi terlebur dalam kepentingan bersama, akan ada saat kita pada umumnya, kembali menegaskan pemihakan pada diri sendiri. Read More…

Posted by: kusekolah | October 5, 2009

Kelas Kecil Pluralisme (1)

Saya sangat berhasrat mengelola sekolah dengan siswa yang beragam agamanya. Tanpa terasa Semesta Hati, nama sekolah itu, telah lebih satu tahun menjadi tempat berkumpul sekitar 25 anak, di antaranya siswa dengan orangtua beragama Katolik dan Kristen. Read More…

Posted by: kusekolah | September 10, 2009

50 Kerudung untuk Korban Gempa Tasikmalaya

Jumat, 4 September 2009, pukul 21.45, saya mendapat telepon dari koordinator SPP Tasikmalaya bahwa kami tidak dapat masuk Cieceng. Mendadak memang. Kami sudah siap 100% dan waktu keberangkatan, di luar jam tidur dan jam kerja, hanya tinggal beberapa jam saja. Alasan yang disampaikanlah yang membuat kami tidak bisa kecewa, namun demikian persiapan yang sudah dilakukan pun mengharuskan kami tetap meneruskan perjalanan.

Read More…

Posted by: kusekolah | September 8, 2009

Model Pengelolaan Materi Akhlak (5): Nol Kurma = Surga

TAP (Tugas Akhir Pekan), kelas 1, 4 – 6 September 2009

dikerjakan bersama orangtua

Nol Kurma = Surga

I

Aisyah ra, istri Nabi Mkelas1-3uhammad saw, sedang di rumah. Seorang ibu dengan 2 putrinya yang tampak kumuh dan lesu mendatanginya. Kepada mereka diberikannya 3 butir kurma.

Hai, pembagian kurmanya kamu saja yang melakukannya!

 

Sang Ibu   : …………………………………. butir kurma

Putri ke-1 : ………………………………….. butir kurma

Putri ke-2 : ………………………………….. butir kurma

Read More…

I

Mengapa melibatkan orangtua ke dalam komunitas sekolah perlu bahkan mutlak keharusannya? Saya memperhatikan siapa saja orangtua SD Hikmah Teladan yang ketika ada acara besar sekolah menyebabkan area parkir penuh sehingga meminjam pinggir jalan raya dan halaman parkir Bank Lippo: sekian doktor (beberapa dari luar negeri), banyak S2, pada umunya S1, beberapa penulis profesional, lumayan banyak wirausahawan, pegawai negeri, pekerja BUMN, ada anak yang masuk menggatasnamakan kakeknya yang profesor, aktivis LSM yang di antaranya sudah berkeliling dunia karena aktivismenya, para guru, pun politikus. Tuh kan kami hanya guru.

Hanya Guru Versus Belenggu Kurikulum

Read More…

Posted by: kusekolah | August 29, 2009

Ramadhan ke-2 di Cieceng

22 Mei 2009 tercatat sebagai salat Jumat tercepat yang pernah kuikuti. Aku mengalaminya di Cieceng. Setelah membuka khutbah dan membaca salah satu ayat al-Quran, khubah pertama berakhir. Khutbah kedua hanya doa yang tak mungkin lamanya melebihi 2 menit. Memang tercepat. Kami tidak langsung kembali ke posko, tapi memenuhi undangan selamatan 7 bulan usia kandungan salah seorang warga. “Pak, ini siswi SMP Darul Hikmah angkatan pertama,” kata Yayan koordinator Serikat Petani Pasundan wilayah Tasikmalaya. Oh. Read More…

Posted by: kusekolah | August 29, 2009

Guru yang Baik (3)

Ivan Gunawan! Kemiripan wajah, postur, dan itu lho feminimnya, memang ada siswa SD Hikmah Teladan yang layak disebut Ivan Gunawan Jr. Teman-temannya juga banyak yang menyebut begitu. Sejauh ini tak masalah karena yang bersangkutan membanggakan diri dengannya. Ah, saya malah yang mempermasalahkan. Pada saat melihat ia memamerkan tas “Barby” barunya saya berprasangka adanya dukungan dan pengarahan dari orangtua. Sewaktu duduk disampingku yang sedang membaca koran teramati kaos kaki yang dikenakannya berwarna ungu bermotif bunga, saya menduga mungkinkah orangtuanya menghendaki kesuksesan dengan jalan ini? Tapi ketika siang itu ia salat dzuhur 2 rakaat dengan hanya membaca bacaan perubahan antar gerakan (jadi salat dengan kecepatan maksimal), saya hanya mengingatkan kalau salat dzuhur itu 4 rakaat. Ia menolak seraya bergegas kembali ke kelas.

Read More…

Older Posts »

Categories